Belajar Cara Bersyukur Dari Pedagang Siomay

Posted on Updated on

Jpeg
Jpeg

Maghrib itu ada ilmu yang di buka lewat hikmah yang terselubung. Jangan lah takut/khawatir dalam mengejar rezeki. Tetapi, takut/Khawatir lah terhadap keberkahan rezeki yang di dapet.

Jika rezeki yang di dapet menambah rasa syukur kita kepada yag maha pemberi rezeki. Nah, itu tanda – tanda keberkahan yang bersamai dalam rezeki yang kita dapetkan

Namun, jika ternyata rezeki yang kita miliki, justru membuat kita justru semakin menjauh dengan yang maha pemberi Rezeki, yakni Allah Ta’ala.

Boleh jadi memang rasa berkah dari rezki tersebut sudah hilang.
Belajar memang tidak harus di kelas atau perpustkaan. Sore itu, dagangan somay mengguncang rasa lapar ku. Tak hayal, azan berkumandang. Inginku, untuk menuntaskan hajat melahap siomay yang tersaji. Tetapi tidak kulihat pedagang yang menanti pembeli. akhirnya, kuputuskan menunaikan sholat terlebih dahulu.

Setelah selesai sholat, ku menunggu di balik dinding, berharap penjual siomay segera muncul. “Dimana penjual siomaynya ” tanyaku kepada anak – anak di sekitar masjid. Terntaya si penjual siomay sedang larut dalam dzikir panjangnya. Dalam bayang – bayang kenikmatan akan siomay, aku sabar menantinya.

Sementara itu, para jamaah sudah meninggal masjid satu persatu, setelah si penjual selesai dengan dzikirnya dia bangkit, lagi – lagi aku harus menanti dalam sabar. Si penjual siomay bangkit untuk sholat sunah terlebih dahulu.

Hampur 20 menit, aku menunggunya. Sampai kuputuskan ikut sholat sunah juga. Ini menarik. Mungkin di luar sana, banyak orang yang memiliki rezeki lebih banyak dari si tukang siomay, tetapi lm tentu bisa menyamai rasa syukur  si tukang siomay.

Ibadah kita merupakan perwujudan rasa syukur dan penghambaan atas segala nikmat yang kita rasakan.

Tukang siomay begitu menikmati saat dimana bermunajat kepadaNya. Rezeki yang akan dia dapatkan lewat diriku pun tidak hilang. Aku setia menunggu, tidak ada rasa muncul rasa kesal atau kecewa,  entah apa juga yang membuat ku setia menunggu. Yang jelas, kita tidak akan pernah bisa menguasai hati kita 100 %. Karena ada yang Maha menguasai dan merubah hati kita.

Jadi, pelajaran berharga hari ini. Rezeki akan semakin mendekat, jika kita juga semakin mendekat kepada yang maha pemberi Rezeki yakni Allah Ta’ala.

 

ThE IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s