Mensapih Anak

Posted on Updated on

“Semakin aku mencoba Bayangmu semakin nyata Merasuk hingga ke jiwa Tuhan tolonglah…Diriku. Entah dimana…Dirimu berada Hampa terasa hidupku tanpa dirimu. Apakah disana…Slalu rindukan aku Seperti diriku yang slalu merindukanmuSelalu merindukanmu”  Sebait lirik dari lagu dari Ari Lasso ini menjadi soundtrack hari – hari ku satu minggu ini.

Rasa rindu yang merasuk hingga ke jiwa, memang terasa sungguh menyiksa. Jadi ceritanya, sudah satu minggu ini anak saya ikut dengan neneknya ke palembang. Saat ini, usianya sudah memasuki bulan ke 20, yang artinya dia akan memasuki fase di sapih. Satu fase awal dalam hidup seseorang setelah melewati periode bayi.

Proses mensapih dengan cara memisahkan anak dengan ibunya  ini kami tempuh, agar proses ini bisa berjalan baik. Karena sepertinya, sulit mensapih ia jika bersama ibunya. Kemanjaan dan rengekannya ketika meminta nenen selalu meluluhkan hati ibunya. Mungkin karena ia anakk pertama kami

Proses yang kami tempuh ini bukan tanpa resiko. Kami harus melawan rasa sepi yang datang bertubi – tubi. Akan tetapi, kami juga harus membantu anak kami melewati fase ini. Karena setiap anak pasti akan melewati fase – fase tertentu dalam hidupnya. Sebagai orang tua, kita wajib untuk support melewati fase – fase falam hidupnya. Walaupun terkadang ini terasa berat untuk kita. 

 

The Iof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s