Konsisten Dalam Menulis

Posted on Updated on

Keinginan untuk menulis minimal 13 artikel/bulan ternyata tidaklah mudah. Hambatan dari sisi internal dan external ada saja yang muncul. Konsistensi memang pil pahit yang harus selalu di minum oleh para pemenang. Walaupun terasa tidak enak, tetapi konsistensi melahirkan kekuatan bertumbuh. Itu sebabnya, pemenang hanya milik segilintir orang. Jadi, mohon maaf bagi para pengunjung blog ini, apabila mayoritas isinya banyak berisi celoteh santai saja.

Karena mayoritas isi blog ini adalah curahan hati yang tertuang dan lintasan pikiran yang melesat. Usia karya kita, bisa melebihi usia biologis dengan menulis. Namun demikian, sama halnya dengan keahlian yang lain. Menulis juga perlu jam terbang. Mengasah pena untuk merangkai huruf menjadi hikmah tidak datang begitu saja dalam sekejap. Perlu banyak referensi kata, daya imajinasi dan ketulusan jiwa.

Kembali teringat perkataan seorang penulis besar. Kesalahan awal seorang penulis pemula adalah terlalu banyak memikirkan kesalahan redaksi kata – kata dari pada ide tulisan itu sendiri. Saran beliau sebagai berikut : tuliskan saja apapun yang terlintas, karena kita bisa memperbaiki redaksi kata – kata setelah ide tulisan selesai di tuangkan.

tHe IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s