Perlukah Peta Diri ?

Posted on Updated on

Idealnya, seseorang memiliki peta diri ketika berusia 17 tahun. Sehingga, ia bisa tahu mau ke mana dan bagaimana cara memulai pertualangan hidupnya. Kehidupan tidak seperti air mengalir yang terus berjalan menuju dataran yang lebih rendah. kehidupan itu dinamis, kita harus memiliki pencapaian – pencapaian tertentu untuk menuju level tertinggi.

See, beda, kan ? Air mengalir itu selalu menuju dataran yang lebih rendah, sedangkan kehidupan itu menapak tangga demi tangga untuk mencapai level tertinggi. Jadi, klo masih ada yang mengatakan “biar saja hidup ku mengalir apa adanya”. Nah, bisa di pastikan kehidupannya akan terus menuju ke level terendah.

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, sifat alamiah mengalir itu dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah. Ketika mengalir, sejatinya daya tekan tidak dibutuhkan.Cukup pasrah dan diam mengikuti arah gerak yang sudah tersedia. Mau hidup kita kaya, gitu ?

Oleh sebab itu, peta diri mutlak diperlukan dalam kehidupan. Kita perlu membuat tahapan tangga – tangga menuju tujuan kita. jika pada akhirnya kita tidak bisa mencapai semua target – target itu. Setidaknya, kita tahu mau kemana arah dan tujuan hidup kita.

tHe IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s