Krisis Air

Posted on Updated on

Kota tangerang dan sekitarnya sedang mengalami krisis air. Hampir setiap group whatapps dan social media membicarakan tentang krisis air. Bahkan ada beberapa kawan yang membuat status dengan nada penyesalan. “Dahulu saya sering menghabiskan waktu satu jam sendiri di kamar mandi dan membuang banyak air, sekarang dengan persediaan air yang terbatas rasanya sangat menyesal” celoteh seorang kawan pada statusnya di social media. Terkadang memang kita baru bisa menyadari nikmat yang telah di rasakan, ketika nikmat -nikmat tersebut secara perlahan mulai menghilang.

Air adalah sumber kehidupan. Sebagaimana yang di terangkan dalam QS: AL ANAM:99

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Air menjadi salah satu parameter yang di jadikan tolak ukur oleh para peneliti luar angkasa dalam mencari sumber kehidupan selain di bumi. Begitu banyak aktifitas kita yang melibatkan air dalam proses nya. Bahkan, 80 % dari tubuh manusia terdiri air.

Kebayangkan betapa sulitnya ketika krisis air melanda. Itu sebabnya, hujan merupakan tanda keberkahan dan kita di anjurkan untuk berbanyak berdoa sebagai tanda sukur pada saat hujan turun. Dalam riwayat di sebutkan, salah satu waktu yang utama dalam berdoa adalah ketika hujan turun.

Mari kita bertaubat sebanyak – banyaknya. Lantukanlah istighfar, jangan jadikan maksiat kita sebagai penghalang rezeki dan keberkahan.

Ada juga beberapa atsar yang menerangkan bahwa istighfar (banyak memohon ampun pada Allah) adalah salah satu sebab diturunkannya hujan.

Dari Asy Sya’bi, ia berkata, “’Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu suatu saat meminta diturunkannya hujan, namun beliau tidak menambah istighfar hingga beliau kembali, lalu ada yang mengatakan padanya, ”Kami tidak melihatmu meminta hujan.” ‘Umar pun mengatakan, “Aku sebenarnya sudah meminta diturunkannya hujan dari langit”. Kemudian ‘Umar membaca ayat,

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا, يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat

Semoga bisa menjadi renungan kita.

Janganlah sampai di kemudian hari menyalahkan hujan karena terhambat berangkat kerja/kuliah ketika hujan turun.

Janganlah sampai di kemudian hari menyalahkan hujan karena pakain tidak kunjung kering ketika hujan turun.

Janganlah sampai di kemudan hari menyalahkan hujan karena batal dalam suatu pertemuan ketika hujan turun.

Dan hal – hal lainnya.

ThE IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s