Kenapa Sulit Menguasai Bahasa Inggris ?

Posted on Updated on

Kenapa menguasai bahasa asing itu sulit ? Padahal sudah belajar berbulan – bulan, bahkan bertahun – tahun. Sejak di bangku sekolah dasar kita sudah di kenalkan dengan bahasa inggris. Anehnya, sampai ketika lulus kuliah pun kita tidak benar – benar menguasainya. Ingin berbicara dengan padunan kata yang tepat dalam bahasa inggris saja sulit, apalagi jika harus sesuai grammer, masih terlalu jauh rasanya.

Di sisi lainnya, kita begitu mudah melafazkan, menuliskan, berorasi lantang, dan banyak hal lainnya jika menggunakan bahasa indonesia. Apa bedanya yah ? Padahal kedua bahasa itu sama – sama di gunakan secara resmi di negara masing – masing.

Jadi begini, kita menggunakan bahawa indonesia setiap hari kan ? dari pagi sampai malam, sampai ketemu pagi lagi.
Apakah kita juga menggunakan bahasa inggris dengan durasi yang sama ? jangan di jawab !!! Saya sudah tahu pasti jawabannya tidak hehe😀 . Kita sudah dapet pembeda pertama.

Selanjutnya, apakah kita menggunakan bahasa inggris dalam percakapan sehari – hari di rumah ? Apakah daftar lagu yang kita dengar semua berbahasa inggris ? Apakah semua film yang kita tonton berbahasa inggris ? Apakah kita meluangkan waktu setiap hari untuk belajar grammer ?

Jika semua jawaban di atas adalah tidak. Maka, bukanlah suatu hal yang aneh apabila kita tidak menguasai bahasa inggris. Sejak lahir kedunia kita tidak langsung bisa berbahasa indonesia , kan ? Pada umur satu tahun untuk berbicara makan saja bayi akan menyebut “mamam”. see !! betapa sulitnya berbahasa indonesia. Lantas, apakah kita nyerah ?

tentu saja tidak, kita mahir berbahasa indonesia, karena kita lebih sering menggunakannya. Itu saja rahasianya. Saya punya seorang ponakan aseli turunan indonesia. Tetapi dia lebih lancar berbahasa inggris dari pada berbahasa indonesia. Kok bisa ? iya, karena sejak lahir sudah tinggal di luar negeri. Di sana dia belajar di sekolah internasional.

Hal ini menjelaskan kita mahir berbahasa indonesia, bukan karena lidah indonesia. Begitu juga orang “bule”. Mereka mahir berbahasa inggris, bukan karena lidah “Bule”. Jadi, jika ingin meningkatkan kemampuan berbahasa inggris secara signifikan. Kita harus menjadikan bahasa inggris sebagai primary language untuk sementara.

Apalagi yang punya kebutuhan untuk memenuhi impiannya melanjutkan sekolah di luar negeri.

The IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s