Keledai Dan Kesalahan

Posted on Updated on

Keledai  binatang yang disifati dengan kebodohan. Binatang yang bergerak sangat lambat. Perawakannya seperti kuda, tetapi memiliki tubuh yang lebih kecil.

Begitulah kira-kira bayangan yang terlukiskan jika kita mendengar kata keledai. Walaupun demikian, kita juga teringatkan tentang bagaimana keledai menghadapi lubang yang menjeratnya.

Kita tahu benar bahwa keledai tidak akan terjatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya. Instingnya menuntun untuk menghindari terperosok pada lubang yang sama.

Berguru pada kesalahan, bisa membuat keledai tidak mengulangi kesalahanya di masa depan. Lantas bagaimana dengan manusia ? Apakah makhluk yang di anugerahi akal dan hati seperti manusia, lebih baik dari keledai dalam menyikapi masalah dan kesalahan ?

To be honest, tidak juga, nyatanya sejarah dan kejadian buruk sering kali berulang. Dengan kata lain,  boleh jadi kita tidak lebih baik dari keledai dalam menyikapi kesalahan yang telah kita lakukan.

Kita sering kali terpelosok pada kesalahan yang berulang . Tulisan ini hanya sekedar renungan yang sederhana.

Jangan – jangan keledai memang lebih baik dari kita dalam menyikapi kesalahan yang di lakukannya.

ThE IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s