Penghalang Kemantapan Hati

Posted on Updated on

Jika perusahaan menjanjikan bonus akhir tahun apabila pendapatan mengalami peningkatan dan sesuai target. Tentu saja karyawan akan terpacu untuk bekerja lebih giat dan memakan waktu lebih dari biasanya, agar target yang di canangkan bisa terpenuhi.

Iming – iming bonus menggugah dan memacu semangat karyawan untuk berkontribusi lebih banyak. Karena yakin ketika perusahaan mencapai target, maka bonus akan di dapatkan.

Begitu juga dengan seorang mahasiswa. Jika seorang dosen menjanjinkan nilai tambahan apabila mahasiwa tersebut mengerjakan tugasnya. Tentu saja mahasiswa akan belajar dan mengerjakan tugas dengan waktu yang lebih lama.

Bayangan mendapat nilai bagus melecut semangat mahasiswa. Karena yakin ketika tugas di kerjakan, maka nilai tambahan akan di dapatkan.

Keyakinan itu menggerakan. Hati menciptakan berbagai modus yang membuat kehidupan di bumi berputar. Dan niat yang di lahirkan dari hati bisa menjadi parameter sebuah amal (perbuatan). Ironi memang apabila kemantapan hati begitu mudah terbentuk jika terkait perkara – perkara dunia dan kasat mata.

Tetapi begitu jauhnya rasa mantab jika terkait urusan akhirat. Menyediakan waktunya untuk ber amal sholeh dan berjuang di jalan Allah Ta’ala saja sulit, apalagi menyisihkan sebagian rezekinya(infaq) di jalan Dakwah (Kebaikan).

Padahal terang sudah penjelasan akan balasan bagi mereka yang berkorban dan berlelah lelah dalam waktu dan tenaga untuk berjuang di jalan Allah Ta’ala.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Rabb mereka ialah surga ‘adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Rabbnya.”(QS. Al Bayyinah: 7-8).

Padahal terang sudah penjelasan dan perumpamaan akan kebaikan yang berlimpah bagi mereka yang mengalirkan rezekinya di jalan Dakwah(kebaikan).

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

(QS.Al-Baqarah [2] : 261)

Allah Ta’ala sudah menjanjikan surga bagi mereka yang beriman dan mengerjakan Amal sholeh. Tidak ada yang sia – sia, semua punya perhitungan sangat detail di yaumil akhir kelak.

Dan Allah Ta’ala juga sudah menjanjikan dan mengumpamakan berlipat gandanya kebaikan, dari harta yang sudah di nafkahkan di jalanNYA.

apakah surga yang begitu bertumpuk tumpuknya kenikmatan di dalamnya, tidak membuat diri kita bergerak untuk beramal sholeh ?

Tetapi mengapa masih begitu berat bagi kita untuk berlelah – lelah dalam mengorbankan waktu dan tenaga di dalam kebaikan ? mengapa masih begitu berat untuk menafkahkan harta kita di jalan Allah Ta’ala ? Padahal Allah tidak pernah mengingkari janjinya. innAllaha la yukhliful mi’aad.

Tetapi bisa jadi, kemantapan hati tidak kunjung datang karena terhalang maksiat – maksiat yang masih mendominasi. Keyakinan akan balasan kebaikan yang berlimpah ruah tidak bulat. Ada rongga – rongga yang di sebakan oleh maksiat yang terus menerus di lakukan.

Maksiat yang membuat diri kian jauh dengan kelezatan dan manisnya iman. Sehingga mudah bagi syaiton untuk menumbangkan akar keyakinan yang menjulur di hati. Jika masih ada ragu yang menyelimuti dari berbuat baik(Amal Sholeh) dan berjuang di jalanNYA. Maka, Periksa lah kadar iman kita.

ThE IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s