Ciri – Ciri Razia Yang Resmi

Posted on Updated on

raziaKeindahan di minggu pagi itu sedikit ternoda. ketika di sela – sela menikmati udara pagi nan sejuk, tetiba di sudut jalan ada segerombolan lelaki menggunakan seragam polisi memberhentikan laju motor yang sedang ku tunggangi.

Dan bukan hanya diriku, ternyata setiap pengendara motor yang melintas di berhentikan dengan semena – mena. Sehingga kami semua harus menepi dan memakirkan kendaraan di pinggir jalan.

Dengan sigap polisi itu meminta surat ijin berkendara dan surat ijin kendaraan (STNK) kepada setiap pengendara. Setiap ada pelanggaran yang terjadi, transaksi di lakukan di tempat penindakan, setiap uang yang di berikan,  di masukan ke selah – selah sepatu oknum polisi tersebut.

Dan celakanya, ternyata pada saat itu saya hanya membawa copy STNK, sedangkan yang STNK aselinya berada di rumah. Seorang petugas yang memeriksa kemudian menyuruhku untuk menemui petugas lainnya(sesama oknum)  di kendaraan tempat penindakan.

Kami (saya dan petugas polisi(oknum) ) beradu argumen. “Surat kendaran bermotor yang aseli ada di rumah, sedangkan yang Copy di bawa untuk berjaga” tutur saya. Polisi itu menunjukan pasal pelanggarannya, di situ tertulis “Tidak bisa menunjukan surat kendaraan bermotor”.

Padahal, untuk kasus saya jelas berbeda. Karena surat kendaraan bermotor bisa saya tunjukan. Dan saya siap, pulang kerumah untuk mengambil yang aselinya. Denda 500 ribu, klo tidak mau bisa di bantu dan di titipkan ke saya uangnya” kata si oknum (polisi) dengan nada mengancam.

Inilah yang oknum – oknum yang membuat polisi menjadi “public enemy” di kalangan masyarakat.

Ada beberapa kejanggalan yang terjadi ketika razia berlangsung :

  • Tidak ada papan tilang

Padahal menurut PP no 42 tahun 1993, setiap ada razia harus ada papan tilang yang di letakan minamal 100 m sebelum lokasi. Pada saat itu, saya tidak menemukan papang tilang di TKP

  • Polisi tidak menggunakan name tag

Kemudian yang tidak kalah penting, setiap razia resmi, harus ada surat tugas. Oleh karenanya, sebelum kita menunjukan SIM & STNK.

Polisi harus bisa menunjukan surat tugas razia. Jika tidak, kita harus berani untuk tidak memberikan SIM & STNK kita.

Sangat di sayangkan, saya tidak tahu informasi tentang ini. Sehingga saya tidak menanyakan kepada para oknum surat tugas resmi untuk razia ketika itu.

Berangkat dari peristiwa yang telah saya alami, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya agar tidak ada korban – korban lain dari para oknum polisi yang menggunakan seragamnya dengan sewenang – wenang.

Saya sangat percaya bahwa masih banyak polisi yang jujur dan berdedikasi tinggi. Itu sebabnya, para polantas sebagai garda terdepan yang sering berhadapan masyarakat memang harus terus menerus di berikan edukasi terkait pelayanan yang di berikan untuk masyarakat.

Merubah stigma miring yang melekat kuat memang tidak mudah. Di butuhkan konsistensi yang berkelanjutan untuk bisa merubahnya. Selamat berjuang MABES POLRI, berantaslah para oknum yang telah mencemari nama dan seragam terhormat kepolisian

ThE IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s