Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Posted on Updated on

Mengapa kita begitu sulit mensyukuri rasa nikmat, walaupun hanya setetes percikan air. Padahal kenikmatan yang sudah di dapatkan sebesar samudra yang membentang luas. Kepuasaan hati telah terhijab oleh kecintaan yang berlebihan terhadap dunia.

Mengejar dunia itu layaknya meminum air laut, sebanyak apapun yang terminum tidak akan pernah memuaskan dahaga. Rasa haus akan semakin membesar seolah – olah tidak ada habisnya. Oleh sebab itu, batasilah dengan rasa syukur.

Perkarangan kebun orang lain itu selalu terlihat lebih indah, batako putih orang lain akan terlihat seolah olah batu bata merah, keramik ubin orang lain akan terlihat seolah olah marmer yang indah, pagar kayu orang lain akan terlihat seolah olah besi yang kokoh, atap yang beralas seng orang lain terlihat seolah olah  genteng beton. Oleh karenanya, batasi dan hiasilah perkarangan  hati kita dengan rasa syukur.

Jangan biarkan kebahagian yang ada tercuri dengan sikap yang jauh dari rasa syukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan pekerjaan yang begitu menguras tenaga dan pikiranmu, maka pikirkanlah sejenak mereka yang hari ini masih belum mendapat pekerjaan. Karena itu akan membuatmu menjadi pribadi yang bersyukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan rasa makanan yang tidak sesuai seleramu, maka pikirkanlah sejenak mereka yang hari ini masih kelaparan tidak mendapatkan makanan. Karena itu akan membuatmu menjadi pribadi yang bersyukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan susahnya berjalan disebabkan kaki yang terkilir, maka pikirkanlah sejenak mereka yang hari ini tidak bisa berjalan lagi karena kakinya diamputasi. Hal ini akan membuatmu menjadi pribadi yang bersyukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan perihnya mata akibat infeksi, maka pikirkanlah sejenak mereka yang hari ini tidak bisa melihat lagi karena kebutaan permanen pada matanya. Hal ini akan membuatmu menjadi pribadi yang bersukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan kendaraan yang masih terus mogok dan bermasalah di jalanan, maka pikirkanlah sejenak mereka yang hari ini tidak mempunyai kendaraan, harus berdesakan di angkutan umum dan masih berjalan menuju tempat yang ditujunya. Karena itu akan membuatmu menjadi pribadi yang bersyukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan pasangan hidup(suami / istri)  yang tidak sesuai dengan harapan, maka pikirkanlah sejenak mereka yang saat ini masih kesulitan mendapatkan pasangan hidupnya(suami / istri). Karena itu akan membuatmu menjadi pribadi yang bersyukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan tugas (kuliah / sekolah) yang begitu banyak, maka pikirkanlah sejenak mereka yang saat ini masih kesulitan untuk menikmati pendidikan di sekolah/kuliah. Karena itu akan membuatmu menjadi pribadi yang bersyukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan rumah yang bocor dan meneteskan air di dalam rumahmu, maka pikirkanlah sejenak mereka yang saat ini hidupnya tidak miliki pelindung dari panasnya matahari dan dinginnya air hujan(beratap langit). Karena itu akan membuatmu menjadi pribadi yang bersyukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan kondisi tubuhmu yang menurun, maka pikirkanlah sejanak mereka yang saat ini masih dirawat di rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. Karena itu akan membuat mu menjadi pribadi bersyukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan susahnya bernafas akibat flu yang di derita, maka pikirkanlah sejenak mereka yang saat ini dalam kead aan kritis sehingga perlu memakai alat bantu pernafasaan. Karena hal itu akan membuatmu menjadi pribadi yang bersyukur.

Jika hari ini dirimu masih mengeluhkan sulitnya mengurus anak dengan berbagai macam tantangannya, maka pikirkanlah sejenak pasangan sumi – istri lain yang sampai hari ini masih belum memiliki buah hati(anak). karena itu akan membuatmu menjadi pribadi yang bersyukur.

Taken from >>https://arkannurrobby.wordpress.com/2012/10/27/tidak-ada-alasan-untuk-tidak-bersyukur/

Ini hanya sebuah prolog dari edisi Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan.

The IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s