Penjual Bakso keliling

Posted on

CAM01068Pagi itu hujan masih menyirami tanah ibu kota. Hawa dingin pun menyelimuti udara yang berhembus. Cuaca hari itu sangat mempengaruhi perasaan lapar yang bergejolak. Menikmati makanan yang berkuah dan hangat sepertinya bisa sangat mengobati gejolak yang terasa di dalam perut.

Selintas kemudian, Takdir bertemu dengan realita. Bertemu dengan penjual bakso keliling di sudut gang, sungguh melahirkan kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan memang bisa berawal dari hal yang sederhana.  Tanpa menunggu waktu lama, transaksi jual beli pun terjadi. Dengan sigap, penjual bakso keliling itu meramu dan mengolah bumbu baksonya.

Hujan dengan durasi yang lama memang bisa memberikan dampak pada volume penjualan. Itu sebabnya, penjual bakso keliling terlihat begitu sumringah ketika melayani pesanan saya. Mencoba memecah kesunyian, Saya menanyakan beberapa hal kepada penjual bakso keliling. Percakapan sederhana berlangsung di antara kami.

Ada info yang menarik dari percakapan sederhana kami. Ternyata penjual bakso keliling itu sudah berdagang bakso dengan durasi yang sama dengan usia hidup saya di dunia, sekitar 28 tahun. Saya cukup terperanjat sewaktu mendengar penuturan sang penjual bakso.

Rasa bangga terlihat dari raut wajahnya ketika dia bercerita bahwa tidak pernah berjualan selain bakso selama karir berdagangnya.  Ada hal yang patut di apresiasi :

  1. Bertahan dengan persaingan usaha bakso di ibukota dengan durasi waktu yang lama
  2. Bertahan dengan bisnis yang sama dengan durasi waktu yang cukup lama.

Tetapi ada hal kain yang sungguh di sayangkan. Perkembangan usaha sang penjual bakso hanya berjalan di tempat. Gerobak bakso yang hampir sama dengan usia biologis saya masih menemani hari – hari sang pedagang bakso sampai saat ini.

Sang pedagang bakso sepertinya tidak/kurang memiliki wawasan/visi untuk membesarkan bisnisnya. Lain hal, dengan para pedagang cina. Mereka memiliki wawasan/visi untuk membesarkan perdagangannya.

Contoh yang terbaik adalah Pasar Raya giant yang memiliki sejarah perdagangan lebih dari lima puluh tahun. Ketika didirikan, Giant hanyalah sebuah toko ritel kecil. Namun, perdagangan keluarga ini sudah berkembang menjadi sebuah pasar raya yang besar dengan cabang yang bisa ditemui di banyak kota besar. Giant tidak akan menjadi sebuah pasar raya besar jika para pengelolanya tidak memiliki wawasan dalam memajukannya – di kutip dari buku Rahasia Bisnis Orang Cina.

Ini hanya narasi sederhana tentang kisah penjual bakso yang sedang bertahan dalam pertarungan hidup di ibukota. Dan,  Saya yakin benar, ada narasi – narasi indah dari penjual bakso lainnya. Adanya Visi/wawasan yang berkarakter memang menjadi pembeda bagi mereka yang berhasil menuliskan kisah kecermelangan dalam  sejarah hidupnya.

The IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s