Bincang Santai Dengan Supri Taksi

Posted on Updated on

Malam sudah menjulurkan jubah hitamnya. Sinar cahaya mentari pun sudah memudar. Letih bercampur dengan lelah dan sudah menyelimuti seluruh tubuh. Rasanya butuh tempat berteduh dan bersembunyi sejenak dari hingar bingar pengamen di dalam angkutan umum ibu kota dalam perjalan pulang.

Ternyata, harapan berubah jadi realitas. Mobil taksi itu pun melintas tepat di depan mata. Kemudian terjadi hubungan simbiosis mutualisme di antara kami. Selintas kemudian, perbincangan santai dengan supir taksipun  di mulai. Dia orang yang ramah, memulai perbincangan dengan hal yang sederhana. Berbicara mengenai kehidupan sosial, bisnis dan pribadi

Pandai berbincang dengan pelanggan adalah “nilai tambah” bagi seorang supri taksi. Karena perbincangan sederhana dalam perjalanan bisa membunuh waktu dan kebosanan yang kerap muncul.

Supir taksi itu pun larut dalam cerita – cerita tentang pengalaman karirnya. Dan saya pun, berupaya mendengarkan dengan baik. Supir taksi itu pembicara yang ulung dan mampu menhadirkan banyolan- banyolan sederhana. Itu membuat senyum simpul dan tawa kecil kerap hadir secara spontan.

Ada info menarik yang terlontar dari supir taksi tersebut. Ternyata kendaraan taksi yang di gunakan akan menjadi milik si supri taksi, jika pekerjaannya sudah berhasil di lalui dalam hitungan lima tahun. Ini layaknya bonus untuk pencapain kerja kerasnya.

Namun, bertahan melalui hari demi hari hingga genap lima tahun memang tidaklah mudah. Bahkan, mobil taksi itu kerap menjadi rumah persinggahan keduanya. Demi menjawab tantangan mengumpulkan pundi – pundi rupiah 300 ribu selama sehari untuk di setorkan.

Tetapi yang membuat perhatian saya tercuri adalah aura optimis dan keyakinan akan rezeki terpancar ketika supir taksi itu bercerita. Walaupun dia bekerja tanpa gaji bulanan, tanpa lembur, tanpa cuti di sepanjang tahun. Karena apabila roda taksi tidak berputar, maka roda kehidupannya pun akan tersendat.

Mari kita doakan, semoga pejuang kehidupan yang berupaya menjemput rezki dengan cara yang baik agar senantiasa di berikan kemudahan dan kesalamatan. amin Allahumma amin

The Iof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s