Bekerja Dengan Hati

Posted on Updated on

CAM01041Rasanya tidak ada hal yang sulit di taklukan, jika raga sudah bersatu dengan hati. Karena tiap detak langkah, akan menjadi kebahagian. Gunung yang menjulang tinggipun terasa datar bagi para pencinta alam.

Begitu juga samudra biru, kedalamannya tidak pernah menggetarkan para penyelam untuk menikmati panorama bawah laut.  Batas garis akal sehat akan terlewati, jika hati sudah bersatu dengan raga. Itu yang akan terjadi, apabila hati di libatkan dalam aktivitas raga.

Karena hati itu butuh ketulusan, butuh kemurnian dan terkadang tidak terbayarkan dengan besarnya nominal rupiah.

Sudut ibu kota punya narasi tentang seorang yang bekerja dengan ketulusan hati. Dia bukan seorang CEO yang membawahi perusahaan besar multinasional. Namanya syaiful, Dia hanya seorang pedagang nasi goreng. Namun, tiap butir nasi yang di olah dalam wadah penggorengan tersimpan energi yang lahir dari rasa tulus dan kemurnian jiwanya.

Banyak orang yang telah menjadi saksi akan citarasa yang di hasilkan olehnya. Caranya mengolah makanan selalu menjadi hiburan bagi para pelanggannya. Gerakan tangan dan kakinya begitu cepat, begitu lincah, sehingga bumbu masakan pun meresap dalam. Panasnya udara ibukotapun, mampu diredam dengan tajamnya bumbu yang melekat pada masakannya.

Mereka yang tidak terbiasa pasti akan tersenyum dengan gaya memasaknya. Jika tertarik, jangan mencoba untuk membelinya ketika waktu istirahat kantor. Karena batas waktu istirahat kantor, akan di kalahkan oleh antrian tunggu para office boy yang sudah berbaris dengan puluhan daftar pesanan di tangan mereka.

Di tengah waktu senggangnya mas ipul ; pernah ku bertanya “berapa porsi yang di buat dalam sehari ?” dengan senyum simpul dan raut sedikit lelah, mas ipul menjawab “250 sampai 300 porsi sehari mas, karena tenaga saya tidak bisa membuat lebih banyak lagi dari jumlah itu”

Apapun yang di sentuh dengan hati, akan mengundang banyak hati lainnnya. Ini hanya kisah sederhana, tentang seonggok daging di pelataran sudut ibu kota. Di depan Masjid Al Mughni, Jl. Jend. Gatot Subroto

CAM01042

The IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s