Keahlian Dan Ijasah

Posted on Updated on

Persaingan yang semakin ketat, membuat dunia usaha menjadi semakin sulit. Selalu di butuhkan segala upaya untuk hanya sekedar bertahan. Inovasi tidak selalu bisa mendongkrak pertumbuhan dengan baik. Sehingga, solusi  pengurangan karyawan terpaksa harus di ambil.

Efesiensi biaya operasional menjadi langkah yang umumnya di ambil untuk mengurai permasalahan. Dan biasanya salah satu dari biaya operasional terbesar adalah gaji kayarwan. Oleh sebab itu, jalan efesiensi biaya yang di ambil biasanya dengan mengurangi jumlah karyawan.

Hal seperti ini umum terjadi pada industry padat karya seperti manufaktur. Ada sebuah cerita mengenai orang yang menggunakan Skill (X) dan orang yang mengandalkan Ijasah (Y) di sini. Kedua orang ini bekerja dalam satu tim. Si X menonjol dalam setiap hal yang di lakukannya. Dia selalu berupaya melakukan semuanya dengan cermat dan telaten.

Bahkan keahliannya dalam perkara- perkara pertukangan besi dan kayu memberikan nilai tambah baginya. Di lain kesempatan, atasannya di pabrik sering menggunakan jasanya untuk renovasi rumah, dan ini diluar dari pekerjaannya di pabrik. Tentu saja, selain menarik hati atasannya, dia juga mendapat uang tambahan atas keahliannya tersebut.

Pekerjaan pertukangan besi dan kayu dalam renovasi rumah cukup rumit, bahkan untuk sarjana sekalipun. Terkadang dia bekerja dengan intuisi yang lahir dari pengalamannya, layaknya konsultan yang berpengalaman. Karena tidak hanya melakukan pekerjaan yang di minta, tetapi juga memberikan masukan lain, jika ada hal yang di anggap lebih baik.

Selalu ada kepuasan bagi mereka yang menggunakan jasanya. Dan hal yang menarik lainnya, si X tidak bisa menulis dan membaca. Tetapi bisa membuat pondasi yang kokoh, membentuk rangka besi yang kuat dan mengukir kayu dengan halus.

Keahlian tersebut membuat si X selalu terhindar dari pengurangan karyawan. Karena keahliannya masih di butuhkan, walaupun tidak punya ijasah.

Lainnya halnya dengan si Y, rekan se tim yang mengandalkan ijasah SMAnya. Rasa khawatir dan ketakutan kerap menghantui,  jika namanya tertulis pada pengumuman surat pengurawan karyawan. Kebingungan akan narasi kehidupan di masa depan, jika pengurawan karyawan menimpa dirinya selalu membayang-bayanginya.

Karena daya tahan untuk bertahan hidup, nyaris tidak dimilikinya. Hanya perihal sederhana yang di dapatkan dari pekerjaan sebagai operasional di pabrik yang berbekas padanya. Tidak ada keahlian lainnya.

Ini memang hanya sekelumit cerita sederhana, Namun ini umum terjadi di tengah lingkungan kita. Hidup tanpa keahlian memang menyeramkan. Orang yang hidup tanpa keahlian, bagaikan mayat hidup yang berjalan dengan gontai tanpa arah

The IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s