Psikologi Harga

Posted on Updated on

pHarga adalah salah satu atribut terpenting dalam suatu produk. Karena harga bisa sangat mempengaruhi permintaan terhadap produk tersebut. Oleh sebab itu, pemberian harga pada suatu barang, harus melalui proses perhitungan yang cermat dan tepat.

Begitu juga dalam strategy pemasaran. Penetapan harga menjadi variable penting yang harus di pertimbangkan dengan masak. Sebelum penetapan harga, dalam sebagian besar situasi, pengusaha harus perlu mempertimbangkan tiga elemen : Biaya Operasional, margin(kenaikan harga), dan kompetisi.

Pada suatu hari, ketika saya sedang berbelanja di sebuah mini market. Saya melihat sebuah produk minuman ringan dengan harga yang sangat menarik. Kenapa menarik ? terlihat menarik karena harga yang di jual senilai Rp 3950.

Mari kita coba perhatikan, kenapa harus Rp 3950 ? kenapa tidak di bulatkan menjadi Rp 4000 ? Padahal; ketika saya membeli minuman ringan itu dengan uang Rp 5000, kasir mini market tersebut mengembalikan uang kepada saya sejumlah Rp 1000.

Pada saat itu, saya tidak meminta kembalian rp 50, dan saya juga yakin para pembeli yang lain pun; tidak akan meminta kembalian Rp50 tersebut. Karena menemukan uang Rp 50 dewasa ini sangat sulit. Di sisi lain mencari alternative barang dengan nilai yang sama untuk Rp 50 rupiah juga sulit.

Artinya, bisa dikatakan minuman ringan tersebut senilai harga Rp 4000. Lalu, Apakah penepan harga tersebut hanya sekedar main – main ? apakah penetepan harga tersebut di lakukan untuk lelucon ?

Tentu tidak, karena merek minuman tersebut adalah merek termahal nomor satu pada tahun 2012 dari seluruh merek di dunia. Hal ini bisa dikatakan; produsen minuman ringan tersebut adalah perusahaan kelas dunia.

Tentu saja, perusahaan kelas dunia tidak akan sembarangan dalam menentukan harga produknya. seperti yang sudah di jelaskan di atas, bahwa harga adalah salah satu atribut terpenting dari sebuah produk. Harga akan terkait langsung dengan permintaan pasar terhadap produk tersebut. Dan, Permintaan pasar akan terkait dengan nafas hidup sebuah perusahaan.

So, let’s find out  the answer. Dalam buku “Total Victory seni berbisnis Sunzi”  menjelaskan mengenai Taktik dalam membulatkan harga.

Penelitian yang di lakukan para Psikolog bisnis Amerika menyimpulkan : Kami menemukan bahwa suatu produk akan laris dengan harga 49 sen daripada 50 sen. Untuk barang yang di jual dengan harga 5 dolar atau kurang, harga dengan pecahan sen yang berakhir dengan “9” akan menggerakan hari konsumen untuk membeli. Untuk produk yang di jual dengan harga 5 dolar atau lebih, harga degnan pecahan sen yang berakhiran dengan “95” akan memberikan daya tarik bagi pembeli

Harga mungkin mendekati nilai utuh namun memberikan pesan psikologis yang berbeda sebagai contoh, harga yang di tetapkan sebesar $0.98 memberikan kesan bahwa barang dijual dengan harga kurang dari $1. Akan tetapi, kalau harga ditetapkan $1,01 akan memberikan kesan bahwa harga barang lebih dari $1.

Lebih jauh lagi, harga yang tidak di bulatkan akan memberi tanda bahwa penjual bijaksana dan hati –hati dalam memutuskan harga jual. Ketulusan dalam menentukan harga juga membantu membangun kepercayaan antara penjual dan pembeli.

Metode harga yang tidak di bulatkan mengatakan kepada pembeli bahwa harga tersebut wajar.Temuan Psikologi konsumen ini tidak hanya memberikan metode kepada entrepreneur dalam menetapkan harga, tetapi juga pemikiran yang lebih dalam mengenai sikap konsumen dan strategi pemasaran.

tHe IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s