Pijat Refleksi “Mahal” Di Angkutan Umum

Posted on Updated on

awas_copetTujuan dari tulisan ini sangat sederhana sekali. Besar harapan saya orang lain tidak merasakan “sensasi hebat” itu. Walaupun kejadian mengejutkan ini sudah lama terjadi. Namun, setelah saya pikirkan kembali. Sepertinya tidak ada salahnya untuk bantu menyebarkan hal ini. Agar orang lain dapat belajar dan tidak merasakan “sensasi hebat itu”.🙂

Pijat Refleksi itu pada dasarnya adalah aktifitas yang sangat menyegarkan dan menyehatkan tubuh. Karena ketika pada saat tubuh kita merasakan sentuhan pijet Refleksi; Otot – otot tubuh yang tegang menjadi lebih relax, selain itu rasa lelah dari beratnya aktifitas menjadi berkurang. Nah, kira – kira itulah gambaran pijet refleksi yang sesungguhnya. Menyenangkan, menyegarkan dan menyehatkan.

Namun, gambaran menyenangkan dari pijet refleksi; sangat berbanding terbalik dengan apa yang pernah saya rasakan saat itu. Pijet refleksi yang mahal, tidak menyenangkan, dan mengejutkan.

Oleh sebab itu; saya ingin berbagi, bercerita , dan memberikan beberapa tips untuk menghindari hal ini.

Proses Kejadian

Terjadi  di Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan; pada saat itu saya sedang menuju tempat dimana saya bekerja. Ketika itu saya menaiki angkutan umum metro mini. Pada saat memasuki Metro mini tersebut, saya mencoba duduk di daerah dekat sopir. Akan tetapi, seorang lelaki berbadan besar dan berkulit hitam mencoba menghalangi. Okelah, saya mengalah akhirnya; kemudian ada tempat kosong di kursi paling belakang. Berjalanlah saya menuju tempat paling belakang itu.

Tidak lama setelah itu, lelaki berbadan besar dan berkulit hitam itu berdiri. Dia membagikan kertas – kertas kecil berisi info mengenai pijet refleksi kepada seluruh penumpang di Metro Mini. Lelaki berbadan besar itu berjalan menuju  ke arah saya.

Tanpa meminta ijin terlebih dahulu dia langsung memegang pergelangan tangan saya; Dia seolah – olah ingin mendemostrasikan pijat refleksi seperti pada brosur kertas yang dia bagikan. Saya sangat kaget ketika itu, langsung dengan sekeras tenaga saya lepaskan tangan saya. Karena khawatir setelah di pijit, dia meminta bayaran. Padahal pijitan itu bukan seseatu yang saya minta.

Ketika saya berhasil melepaskan tangan saya, dia berusaha meraih kaki saya. Dia(pemijit) berupaya memegang paha saya. Tenaganya begitu besar dan kuat, semakin saya berusaha melepaskan kaki saya; tenaga pijitan itu semakin besar. Kaki sebelah kanan saya pada saat itu terangkat sekitar 45 derajat.

Penumpang sebelah kanan saya pun terus menanyakan hal yang tidak penting kepada saya. Konsentrasi saya pun terpecah menjadi dua. Akhirnya, emosi saya pun terpancing. Saya tegaskan, kepada si pemijit kaki  untuk segera melepaskan atau saya tendang dia sekalian.

Tidak lama setelah itu dia langsung melepaskan kaki kanan saya. Ternyata dugaan awal saya meleset; saya kira setelah melepaskan kaki kanan saya, dia akan meminta uang. Namun,  Ternyata tidak !!!

Setelah dia mulai melihat amarah saya, sekejap saja si pemijit itu langsung turun dari metro mini. Si penumpang sebelah kanan saya masih terus menanyakan hal yang tidak penting kepada saya. Suatu hal yang saya juga saya tidak tahu jawabannya. Sampai beberapa saat kemudian, dia juga ikut turun.

Tidak lama setelah itu saya merasakan ada yang aneh, ternyata jreng.. jreng.. jreng(backsound kaget). Ketika saya periksa; Hape saya telah HILANG !!!

Saya coba mengingat dan menganalisis, akhirnya sampai pada kesimpulan. Si pemijit itu bukan orang yang mengambil hape saya, tetapi penumpang yang duduk di sebelah kanan itulah yang mengambilnya. Mereka bekerja secara tim. Kaki kanan saya diangkat sekitar 45 derajat, hal itu bisa lebih memudahkan si sebelah kanan saya untuk merogoh saku celana saya. Oleh sebab, itu dia terus menanyakan hal yang tidak penting kepada saya pada saat kaki saya di pijit. Hal ini dilakukan untuk mengalihkan konsentrasi saya.

Kejadian itu begitu cepat, kurang dari tiga menit. Mereka bekerja sangat cepat, terencana dan cukup professional. Saya harus mengakui hal itu, karena mereka bisa mensetting tempat duduk calon korbannnya sejak awal memasuki mobil metro mini; untuk menuju pada perangkap yang telah disediakan(tempat duduk).

Saya prediksi tim mereka ada sekitar 5 orang dalam Metro Mini tersebut. Karena 2 orang turun berbarengan, dan yang ketiga juga setelahnya ikut turun berbarengan.

Walaupun pada saat itu dalam keadaan sedih, marah, dan dongkol(kesel banget). Saya coba untuk tersenyum(menghibur diri). Iya, mungkin hape itu bukan rezeki saya. Saya hanya berharap hape itu bisa bermanfaat dengan baik. Semoga uang dari penjualan hape itu bisa digunakan buat mereka untuk memulai kehidupan yang lebih baik dan barokah. Karena doa orang yang terzholimi itu pasti akan di kabulkan oleh ALLAH SWT. Amin.. Ya ALLAH..

Tidak hanya berbagi ceritanya; Saya juga ingin berbagi tips dan trik agar bisa menghindari hal ini.

1)      Ketika ada orang yang berupaya membagikan brosur pijit refleksi gratis; jikalau kita dalam kedaan sendiri, sebisa mungkin kita segera turun dari kopaja atau metro mini tersebut. Karena ketika saya berupaya browsing di internet mengenai kejadian ini, ternyata saya bukanlah satu-satunya korban di dunia ini(sedikit lebay). Sudah banyak orang yang menjadi korban; Dan semuanya berawal dengan cara yang sama “Membagikan brosur pijet refleksi”. Sepertinya  mengenai metode operasional mereka kurang kreatif🙂

2)      Jangan pernah mengambil brosur yang mereka bagikan, karena hal itu menisyaratkan anda terbuka dengan tawaran mereka(para copet).

3)      Kalau kondisi pertama dan kedua tidak memungkinkan, kita bisa pakai cara ketiga. Cari tempat duduk di dekat sopir atau di dekat pintu keluar. Usahakan jauhi tempat duduk paling belakang. Jika masih tidak memungkinkan lagi, lebih baik berdiri saja. Masukan gadget mahal kesayangan anda di dalam tas, setelah itu pastikan tas kita peluk erat di depan bagian badan kita(jangan memakai di punggung).

4)      Jikalau kita tidak memiliki latar belakang bela diri yang mumpuni, janganlah berupaya untuk berkonfrontasi dengan mereka. Karena mereka selalu melakukan operasi ini secara tim, minimal sekitar 4 orang(info dari browsing di internet). Harga kehidupan kita lebih mahal di bandingkan harta, karena harta bisa di cari di kemudian hari. Bagi mereka(para pencopet) hidup untuk makan, bagi kita makan untuk hidup. Oleh sebab itu, pola pikir kita harus cerdas dalam menyikapi mereka.

5)      Ini tidak kalah penting, sebelum berangkat dalam aktifitas apaun jangan lupa berdoa untuk keselamatan kita. Jangan lupa sedekah, karena itu bisa menolak bala. Kejadian ini cukup menyadarkan saya, bahwa kita harus banyak bersedekah agar harta kita lebih barokah. #Alhamdulilah ada hikmahnya.

Itulah sekedar cerita pengalaman yang saya  alami, semoga ada hikmah dan pelajaran yang bisa di ambil. Orang bijak berkata “Belajar dari kesalahan(kegagalan) itu lebih baik”. Semoga dengan membaca cerita ini, di kemudian hari anda bisa lebih berhati – hati dalam setiap aktifitas kehidupan yang di lakukan. Terutama bagi anda yang menggunakan  kendaraan umum untuk beraktiftas.

The IoF

2 thoughts on “Pijat Refleksi “Mahal” Di Angkutan Umum

    Mohammad Ali Jinnah said:
    January 13, 2013 at 2:24 pm

    Pertama : Handphone, dompet dan barang berharga lainnya ditaruh di dalam tas sampai ke tempat yang paling dalam serta diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan calon pencuri sulit mengambil barang kita.

    Kedua : Taruh atau gandeng tas Anda pada posisi depan. Bukan belakang.

    Ketiga : Jangan membiasakan untuk mengangkat telpon atau sekedar memainkan ponsel Anda karena dapat memancing kesempatan niat jahat orang lain.

    Keempat : Jika Anda melihat gerak-gerak mencurigakan pada penumpang lain. Misalnya, dia melihat Anda berkali-kali. Segeralah pindah tempat atau turun dari Angkuta umum meskipun belum sampai ke tujuan yang Anda inginkan.

    Kelima : Jangan sekali-kali lengah atau tertidur. Karena itu merupakan salah satu peluang besar bagi calon pencuri.

    Keenam : Perbanyak doa.

      arkannr responded:
      January 13, 2013 at 2:29 pm

      mantaff.. tips2 dari mas aljin.
      sy berharap “revenue” mereka(para pencopet) tahun ini berkurang; Setelah masyarakat memakai tips yg diberikan oleh mas aljin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s