Rahasia Bisnis Orang Cina

Posted on Updated on

Meskipun kasih sayang dan sikap patuh tidak dapat di nilai dengan uang, kekayaan akan dapat memberikan kebahagiaan dan meningkatkan status social keluarga dalam masyarakat. Keberhasilan orang Cina dalam perdagangan sering kali menimbulkan berbagai pertanyaan.

Banyak yang bertanya – Tanya bagaimana orang CIna bisa begitu sukses dalam bidang perdagangan dan ekonomi. Padahal, banyak di kalangan tauke, taiko, dan taikun Cina berasal dari keluarga yang miskin. Kebanyakan dari mereka Hijrah dari Negera Cina hanya membawa baju yang melekat di badan dan tidak mempunyai apa – apa termasuk harta benda serta pendidikan.

Kebanyakan dari mereka tidak pernah mengecap pendidikan secara formal dan bahkan buta huruf. Namun, mereka berhasil muncul sebagai pedagang yang sukses dan kaya raya. Banyak orang cina menjadi kaya diluar negeri dan bukan di negera asal mereka. Ekonomi Asia Tenggara rata- rata di kuasai dan di dominasi oleh orang cina. Kedatangan mereka pada awalnya bertujuan untuk mencari makan.

Namun pada akhirnya, mereka yang memberi makan dan membuka kesempatan kepada penduduk setempat.

Penguasaan ekonomi oleh orang cina di Malaysia, Indonesia, Brunei, Thailand, Singapura, dan Filiphina sudah bukan menjadi rahasia lagi. Dominasi mereka dalam ekonomi di negera- Negara tersebut sering menimbulkan perasaan tidak puas hati di kalangan pribumi.

Kehadiran Orang Cina membuat iri hati dan dicurigai. Dalam kebanyakan kasus, orang Cina sering disalahkan sebegai penyebab kemiskinan, kemunduran, dan kemelaratan bangsa – bangsa lan. Hal ini tidak seharusnya terjadi karena hal ini tidak memberikan gambaran yang benar tentang orang Cina.

Baik disadari ataupun tidak, orang Cina tidak menjadi kaya dan menguasai ekonomi dalam sekejap mata. Proses ini memakan waktu yang panjang dan terjadi secara evolusi selama bertahun – tahun.

Orang Cina mulai dari bawah. Dari yang tadinya tidak mempunyai apa- apa akhirnya menjadi orang terkaya dan berhasil. Semuanya itu tidak diperoleh secara magic. Tidak ada magic dalam keberhasilan dagang orang cina. Mereka seperti bangsa – bangsa lain juga, mau tidak mau ikut berusaha dan bersaing.

Mereka menahan diri untuk tidak tidur dan berhemat. Mereka mengorbankan waktu luang dan mengambil resiko untuk dapat memajukan perdagangan. Pedagang Cina juga mengalami masa jatuh bangun. Kadang kala, mereka rugi dan di lain waktu untung.

Banyak yang sudah berhasil dan tidak sedikit juga yang mundur di tengah jalan. Apa yang di alami oleh pedagang lain juga dialami oleh orang Cina. Jadi sebenarnya, tidak benar jika ada orang yang mengatakan bahwa keberhasilan ekonomi dan pedagangan Cina disebabkan oleh tipu daya dan penindasan yang dilakukan terhadap bangsa lain.

Orang Cina berhasil bukan karena factor keturunan. Jika dikatakan pandai, bangsa lain juga pandai. Dalam beberapa hal, penduduk asal dan penduduk sekitar sebenarnya mempunyai lebih banyak kelebihan di bandingkan orang cina.

Ada Beberapa factor yang mndukung keberhasilan orang Cina adalah kemiskinan, perasaan kurang aman, survival di tempat orang, tidak ada pilihan, dan ajaran falsafah yang didapat dari kecil

Sejak kecil, menurut beberapa pengamat social, kekuatan yang memotivasi dan mendorong orang Cina untuk berkecimpung dalam kegiatan perdagangan adalah ajaran konfusianisme. Ajaran itu mengutamakan ketaatan kepada ibu bapak dan penghormatn kepada yang lebih tua.

Konfusianisme juga menekankan pentingnya menjaga keturunan. Untuk mempertahankan keturunan, orang Cina disarankan memiliki anak laki – laki.

Dalam system social orang Cina, anak laki – laki adalah ahli waris keturunan. Mereka juga akan mewarisi harta dan kekayaaan keluarga. Anak laki – laki memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjaga martabat dan nama baik keluarga.

Mereka harus berusaha mengharumkan nama keluarga dan memuliakan keturunannya. Salah satu cara menunjukan rasa hormat kepada kedua orang tua dan mengangkat martabat keluarga adalah dengan menjadi kaya.

Kekayaaan dapat membeli kemewahan dan menjadikan seseorang dihormati dan dipandang mulia. Satu- satunya cara menjadi kaya adalah dengan menduduki jabatan tinggi dalam kerajaan.

Namun, sejak runtuhnya dinasti Cina kuno, kesempatan menjadi kaya dengna cara ini dapat dikatakan hamper tertutup. Justru satu –satunya cara untuk menjadi kaya adalah dengan berdagang. Dengan kekayaan, keluarga akan hidup senang dan ini adalah salah satu cara orang Cina membalas jasa ibu bapak mereka.

Meskipun kasih sayang dan kepatuhan tidak dapat dinilai dengan uang, kekayaan akan dapat memberikan kebahagiaan dan meningkatkan status social keluarga dalam masyarakat.

Menjadi kaya dan sukses dalam perdagangan atau pendidikan, menjad jalan bagi orang Cina untuk membalas segala pengorbanan sera jasa ibu bapaknya. Sejak kecil, Ibu bapak orang Cina memberikan anjuran kepada anak – anak mereka agar berhasil dan menjadi kaya.

Mereka menanamkan minat berdagan dengan harapan anak – anak mereka dapat hidup mandiri.

Orang Cina tidak suka mendapat gaji. Golongan yang mendapat gaji tidak memiliki kedudukan social yang tinggi dalam masyarakat. Orang Cina di anjurkan berdagang meskipun hanya kecil – kecilan. Pendapatannya mungkin lebih kecil dibandingkan mereka yang mendapatkan gaji, tetapi akan di anggap lebih baik dibandingkan bekerja dengan orang lain.

Berdagang sendiri berarti seseorang dapat menjadi bos dan tuan. Bekerja dengan orang lain, sampai kapan pun akan di anggap sebagai kuli. Orang yang berdagang dikatakan berani dan hanya orang yang beranilah yang memiliki kesempatan menjadi kaya dan sukses.

Orang yang berdagang mendapat kedudukan yang istimewa dalam masyarakat Cina. Keadaan ini menjelaskan mengapa orang cina suka berdagang dibandingkan bekerja di kerajaan atau di pabrik.

Rahasia kesuksesan dagang orang Cina adalah karena tidak membatasi diri dalam menggeluti bidang perdagangan. Uang tidak pernah dijadikan sebagai penghalang, Asal ada kemauan, disitu pasti ada jalan. Yang penting, kita harus berusaha, tabah , dan sanggup menderita untuk hidup susah.

Bidang perdagangan bukanlah bidang yang mudah dan menuntut seseorang bekerja lebih keras dan lama jika dibandingkan mereka yang mendapat gaji. Mereka berusaha memajukan perdagangan, karena lebih keras mereka bekerja, lebih banyak keuntungan yang bakal diperoleh. Sebagai tauke dan pemilik perdagangan, mereka mempunyai kekuasaan untuk membuat keputusan dan menentukan arah perdagangan. Untung dinikmati sendiri. Jika rugi menanggung segala akibatnya. Jika untung, keluarga juga akan ikut senang. Jika Rugi, mereka dapat mencoba lagi. Setidaknya harus mencoba dan berusaha. Masalah gagal atau berhasil merupakan masalah lain.

Perdagangan menjanjikan keuntungan yang menarik dan kesempatan untuk dapat keluar dari kepompong kemiskinan serta belenggu kesusahan. Tidak ada rahasia dalam perdagangan oang Cina, kecuali berani mencoba dan berbuat. Apabila berbuat, hendaklah sampai berhasil dan hangan hanya bersikap hangat – hangat tahi ayam. Acuh tak acuh adalah sikap yang tidak ada dalam kamus dagang orang Cina. Yang ada hanya berbuat yang benar dan bekerja dengan sungguh – sungguh.

Oleh Ann Wan Seng Dalam Buku “Rahasia Bisnis Orang Cina”

3 thoughts on “Rahasia Bisnis Orang Cina

    Jacobian said:
    January 3, 2013 at 2:07 pm

    mungkin rahasia nya karna ga banyak orang cina yg pengen jadi pns makanya mereka bisa jadi kaya.coba kalau orang pribumi indonesia, cita2 nya ya pengen jadi pns makanya ga kaya.😛

      arkannr responded:
      January 3, 2013 at 2:40 pm

      oh bener juga tuh..
      hehee…😀

      arkannr responded:
      January 24, 2015 at 9:15 am

      skrg orang turunan tionghoa juga banyak yang jadi pns😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s