Obat G4LaU

Posted on Updated on

Sore Hari itu langit sepertinya memang sudah menunjukan warnanya yang meredup, namun bukan sekedar redup tetapi lebih condong kepada gelap(mendung). Sampai pada akhirnya hujan turun deras hari itu; Alhamdulillah semoga keberkahan menaungi kota Jakarta dan sekitarnya.

memang sudah hampir cukup lama hujan(keberkahan) itu tidak membasahi bumi Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, di beberapa daerah kota sekitar Jakarta sudah mulai kesulitan mendapatkan pasokan air. Sebagian orang juga sudah mulai berupaya mendapat sumber air lain dengan membeli kepada pedagang air keliling.

Sebagian dari kita mungkin sering mengeluh ketika hujan turun boleh jadi karena ada aktifitas kita yang terganggu. Akan tetapi, sebagian dari kita yang lain justru sangat senang ketika hujan turun. Seperti : para saudara – saudara kita yang memberikan  ojek sewa payung. Bagi Mereka ini lahan untuk mendapatkan rezeki; ketika hujan turun mereka pun dengan sigap bersiap menyambut pelanggang yang ingin menyewa payungnya.

Itulah indahnya kehidupan tidak semua sudut pandang manusia itu sama dalam melihat satu kejadian yang sama. Berselang beberapa waktu kemudian akhirnya saya berusaha untuk mencari tempat per-istirahatan(masjid) untuk berteduh dan relaksasi jiwa dengan sholat.

Ketika hujan sudah mulai reda, perjalan pulang pun saya mulai kembali; setelah menunggu kendaraan umum(Bis) dengan durasi yang cukup lama, akhirnya muncul juga bis yang ditunggu untuk menuju perjalan pulang kerumah, dalam situasi yang cukup dingin dari AC Bus, ditambah rintikan hujan yang masih menetes membuat suasana hati menjadi tak karuan(galau).

Alhamdulillah di tengah perjalanan saya teringat bahwa malam ini adalah malam jum’at, Saya ingat benar ketika dahulu kuliah di bandung pada setiap malam jum’at saya selalu berusaha menyempatkan diri untuk hadir ke Darut Tauhid dalam rangka mengikuti pengajian Aa Gym..

Kerinduan untuk duduk di majelis itu kembali hadir. Karena saya merasakan benar efek yang membekas di hati ketika duduk dan mendengarkan tausyiah dari guru saya Aa Gym. Tentu saja dengan kondisi saat ini  sulit rasanya untuk menghadiri majelisnya secara langsung.

Untungnya permasalahan jarak seperti ini bisa terselesaikan dengan teknologi, si smartphone mulai memainkan perannnya. Ketika melihat jam saya menyadari bahwa pengajian di darut tauhid pasti sudah di mulai.

Bergegas saya mulai memasukan earphone, kemudian setting handphone untuk mendapatkan MQ FM via aplikasi Tuneln Radio dan akhirnya bisa juga mendengatkan suara(nasehat) dari aa gym walaupun tidak secara langsung. Karena memang kaidahnya sesuatu yang tidak bisa dilakukan seluruhnya bukan berarti di tinggalkan sama sekali.

Beberapa saat kemudian saya sudah mulai bisa menikmati untaian kata demi kata yang di katakan oleh Aa Gym. Ceramah yang beliau berikan memang sederhana. Beliau juga sering memberikan contoh-  contoh kehidupan dari pewrilaku sehari – hari.

Model Ceramah seperti ini yang membuat beliau mudah di terima berbagai kalangan. Pada kesempatan malam itu  beliau berbicara mengenai permasalahan hati, karena memang pada setiap ceramahnya Aa gym berupaya untuk memberikan solusi dalam permasalah hati yang di alami banyak orang.

Jikalau kita berbicara mengenai hati memang penyakit ini mudah merasuki banyak orang dari berbagai kalangan mulai dari orang kaya, Orang miskin, Orang bodoh bahkan berilmu. Penyakit ini berbahaya karena secara kasat mata tidak terlihat. Beda dengan penyakit fisik seperti luka bekas terjatuh, tergores dll karena terlihat secara fisik. Biasanya setiap orang yang terkena penyakit secara fisik akan segera berupaya menyembuhkan penyakitnya, karena terlihat secara kasat mata.

Namun pada kasus penyakit hati biasanya si penderitanya tidak menyadari sehingga pada akhirnya berdampak pada berkurangnya nilai pahala yang didapat dari perbuatan baiknya.

Ketika kita berbicara galau tentu saja hal ini merupakan bagian yang berkaitan dengan hati. Sekarang ini sering ditemui kata – kata ini dalam pergaulan saat ini, biasanya terutama pada pembicaraan para remaja. Namun tentu saja hal ini juga bisa berlaku untuk orang dewasa.

Galau itu mungkin sebuah kata yang juga bisa diartikan kecemasan, bisa juga diartikan ketidak tenangan hati, bisa juga di artikan kegelisahan hati. Inti dari permasalahan galau adalah berkaitan dengan hati.,

Sederhananya guru saya Aa Gym mengatakan jikalau hati seseorang sedang galau periksa hal itu dengan seksama. Karena pasti jikalau seseorang sedang GALAU bisa di pastikan yang mendominasi hatinya bukanlah ALLAH Ta’ala.

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28)

Sederhana sebetulnya jikalau kita bisa memahami ilmunya. Walaupun pada implementasi penerapannya tidak sesedehana itu. Redaksi dalam al – Quran itu begitu menegaskan bahwasanya “Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”.

Begitu banyak orang yang mengalami kegalauan boleh jadi memang yang mendominasi hatinya banyak selain ALLAH Ta’ala. Hatinya lebih di dominasi oleh dunia, seperti harta, pasangan, kedudukan, dan pekerjaan. Intinya hal yang lebih banyak berhubungan dengan dunia.

Titik tekannya adalah kita harus lebih banyak  Mengingat kepada Allah Ta’ala dalam setiap aktifitas kita. Berzikir kepada-Nya di setiap kesempatan, insya ALLAH akan membuat hati kita tentram..

Karena ketentraman dan kebahagiann adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak ternilai harganya. Hal ini terbukti kita banyak menemui tidak sedikit juga dari para hartawan yang akhirnya mati bunuh diri karena frustasi. Padahal seharusnya degnan hartanya dia bisa bahagia, tetapi terbukti tidak.

Presiden dari perusahaan gas terbesar, Howard Hopson menjadi gila, Leon Fraser, presiden the Bank of International Settlements, juga mati bunuh diri, Jesse Livermore, investor terbesar di Wall Street mati bunuh diri.

Orang bijak berkata :

“Uang dapat memberi Anda sebuah istana yang sangat megah, penuh dengan karya-karya seni bernilai tinggi. Uang juga dapat memenuhi rumah Anda dengan perabot terbaik dan garasi Anda dipenuhi dengan mobil-mobil mewah…namun uang tidak dapat memberi Anda rumah yang penuh dengan kasih dan penghargaan tulus dari orang-orang yang tinggal di dalamnya….Uang dapat dipakai untuk membeli ranjang emas murni, namun uang tidak dapat membeli istirahat satu menit yang disertai dengan damai dihati.”

Bisa kita perhatikan ternyata orang – orang yang memiliki kekayaan berlimpah itu juga tidak memiliki kedamaian hati. Dan hal ini jelas membuktikan bahwa harta tidak bisa membeli kebahagiaan(ketentraman).

Jadi, jelas sudah periksa lagi hati kita setiap merasa Galau. Boleh jadi pada saat itu hati kita jauh dari mengingat dan berdzkir kepada ALLAH Ta’ala. Padahal semua yang ada di langit dan di bumi berada dalam kuasa Nya.  Lantas kenapa  hati kita malah lebih fokus kepada ciptaan Nya, bukan kepada sang penciptanya..?? mari kita evaluasi hati masing – masing dari kita bersama2.

Mari kita periksa hati kita, pastikan bahwa ALLAH ta’ala yang mendominasi hati kita, berdzkirlah kepadanya.. insya Allah kebahagiaan dan ketentraman akan kita dapatkan

Firman Allah SWT dalam Al Qur`an Surat Al Fath(48) ayat:4

“Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Daftar pustaka

http://www.andriewongso.com/artikel/viewarticleprint.php?idartikel=188

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s