Bersiaplah, pada suatu hal yang pasti akan datang (Kematian)

Posted on Updated on

Saya kira penting rasanya untuk berbagi cerita ini, karena jujur saja hal ini merupakan pengalaman luar biasa yang saya alami. Kejadian ini terjadi sekitar beberapa minggu yang lalu, akan tetapi setiap mengingat kejadian itu menjadi sebuah motivasi kebaikan tersendiri bagi saya.

Saya masih ingat sekali di minggu pada pagi hari itu matahari bersinar sangat cerah. Hari yang sangat indah dan tepat untuk bersantai ria. Tetapi ada undangan halal bi halal untuk berkumpul di Universitas Terbuka daerah Tang-sel.

Demi memenuhi undangan silaturahim itu, saya buang semua rasa malas yang ada dengan segera bergegas bersama seorang kawan menggunakan sepeda motor(berboncengan) menuju ke tempat diadakan halal bi halal tersebut.

Dalam perjalanan menuju tempat halal bi halal itu kami berdua(saya dengan seorang kawan) menghabiskan waktu di dalam perjalanan dengan banyak perbincangan, karena memang jarak tempuh yang cukup lama(sekitar 1 jam).

Sampai pada akhirnya di tengah perjalanan terjadilah peristiwa yang begitu memberikan kesan penuh hikmah dan mendalam bagi saya.

Seorang wanita muda mengendarai sebuah mio hitam mencoba menyalip Bus PrimaJasa dari arah kiri, tetapi karena suatu hal dia(wanita muda) itu tidak bisa mengendalikan motornya sehingga terjatuh, masuk kedalam kolong bis dan terlindas ban belakang bis Prima Jasa.

Kejadian tersebut terjadi sekitar 8 meter tepat di depan mata saya, pada saat itu kami(saya dengan seorang kawan) segera turun dari motor. Kami segera menuju ke wanita muda tersebut(berharap masih bisa di tolong).

Kejadian tersebut terjadi di tengah jalan, saya berupaya menghalangi mobil yang sedang berlalu lalang di jalanan itu. Karena wanita itu masih tergeletak tidak berdaya di jalanan(kemungkinan besar pada saat itu sudah meninggal).

Saya mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat untuk meminta pertolongan dengan harapan wanita muda tersebut bisa segera di bawa kerumah sakit. Ternyata tidaklah mudah, saya coba menghentikan angkotpun tidak ada yang mau, saya coba menghentikan mobil pribadi yang lewat pun tidak ada yang berhenti.

Dalam hati saya sempat terdapat perasaan marah terhadap para pemilik kendaraan yang  acuh tak acuh itu. Sampai kemudian pertolongan ALLAH Ta’ala datang, dari jauh saya melihat ambulance datang menuju ke arah TKP(Tempat Kejadian Perkara) segera saya melompat – lompat dan melambai – lambai ke arah ambulance di jalan itu. Padahal pada saat itu belum ada yang sempat menghubungi ambulance, mungkin memang ini sudah takdir ambulance melewati jalan itu dalam perjalanan menuju rumah sakit fatmawati.

Wanita muda(Korban kecelakaan) sedikit pun tidak bergerak setelah kejadian itu, akhirnya ambulance itu berhenti, beruntung didalamnya ada seorang dokter segera memeriksa dan akhirnya menyatakan wanita muda tersebut sudah meninggal(Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un).

Segara pada saat itu saya beristighfar, wanita itu masih begitu muda kira-kira seumuran adek sayalah. Tetapi, Memang takdir kematian itu misteri tidak membedakan muda maupun tua. Hal pertama yang terpikirkan oleh saya adalah perasaan keluarga yang mencintainya.

Tidak terbayang bagaimana perasaan ibu yang melahirkannya ketika mengetahui kabar ini, tidak terbayang perasaan ayah yang membesarkannya ketika mengetahui hal ini, tidak terbayang bagaimana perasaan kakak/adik yang hidup tumbuh bersamanya ketika mengetahui berita ini, tidak terbayang perasaan kawan –kawan yang senantiasa bersamanya ketika mengetahui cerita ini.

Karena memang cara meninggal secara mendadak seperti ini biasanya memberikan efek kejut yang luar biasa terhadap keluarga yang di tinggalkan, Boleh jadi sehari pada malam sebelum kejadian wanita muda(korban kecelakaan) masih tidur bersama orang tuanya, masih bercanda bersama saudaranya.

Tentu saja ketika berita ini sampai kepada keluarga korban efek kejutnya akan begitu luar biasa. Karena memang kejadian yang tiba – tiba itu mengejutkan, apalagi kehilangan salah satu keluarga yang dicintai.

Ketika kisah ini saya ceritakan kepada ibu saya pun, Ibu saya tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hati ibu dari wanita muda (korban kecelakaan) tersebut. Karena tidak ada yang lebih menyedihkan bagi orang tua selain di tinggal mati anaknya terlebih dahulu. Karena bagi orang tua anak merupakan salah satu semangat hidup.

Selang 10 kmenit kemudian keadaan sudah mulai bertambah ramai, orang – orang sudah pada berdatangan untuk mengetahui kejadian lebih dekat. Akhirnya, setelah wanita muda itu dinyatakan meninggal oleh dokter tersebut. Kami semua mengangkatnya untuk di tempatkan di trotoar jalan. Karena memang kondisi jalan raya sudah sangat macet padat merayap.

Identifikasipun di mulai, ternyata wanita muda itupun seorang mahasiswi UIN bertempat tinggal di Pamulang. Dalam hati saya berucap lirih, mungkin pada saat ini orang tua dan keluarganya sedang menunggunya di rumah. Kembali lantunan istighfar saya ucapkan, doapun saya lantukan untuk wanita muda tersebut semoga ALLAH Ta’ala menerima semua amal baiknya dan mengampuni semua kesalahan yang pernah dilakukan.

Kejadian penuh hikmah ini sungguh sangat membekas di relung jiwa saya, saya yakin benar apa yang terjadi pada wanita tersebut merupakan Takdir Allah Ta’ala yang telah ditetapkan padanya. Namun kesempatan melihat kejadian sakaratul maut secara langsung merupakan hidayah tersendiri bagi saya dan kawan saya.

kesempatan melihat kejadian ini secara langsung terjadi karena kami(Saya dan teman saya) Salah dalam memilih jalan menuju tempat dilaksanakannya Halal Bi halal. Iya kami salah jalan, sampai akhirnya Allah Ta’ala berikan kesempatan kepada kami untuk melihat kejadian yang begitu memberikan kesan dan hikmah mendalam bagi saya dan kawan saya.

kejadian ini merupakan motivasi dosis tinggi melebihi apapun di dunia ini, pengalaman tidak ternilai harganya. Bahkan mengikuti kelas motivasi semahal apapun tidak akan bisa mengalahkan hikmah yang didapat dari melihat langsung Kejadian ini. Hal ini begitu jelas mengingatkan (saya dan teman saya) pada sesuatu yang sangat dekat yaitu kematian.

Kejadian ini begitu mengingatkan kita bahwa suatu saat nanti juga akan tiba giliran masing –masing dari kita mengenai waktu dan cara(proses kematiannya) masih menjadi Rahasia Allah Ta’ala. Tetapi, ingatlah bahwa kematian itu begitu dekat dan sangat dekat dengan kita. Bila sudah saatnya(kita tidak tahu kapan waktunya) kematian itu akan datang kapan saja dan dimana saja.

“ Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh… “ (QS:An Nissa:78)

Kematian juga merupakan sebuah hal yang ghaib, kita tidak akan pernah tahu kapan hidup kita akan berakhir. Klo saja wanita muda(korban kecelekaan) itu mengetahui bahwa hari itu merupakan hari terakhir hidup di dunia dan akan meninggal dalam kecelekaan. Tentu saja dia tidak akan keluar rumah dan menggunakan sepeda motor, tentu saja dia akan memilih tinggal di rumahnya saja. Akan tetapi, kematian itu merupakan hal ghaib yang tidak satu pun orang mengetahuinya.

“.. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi maha mengenal” (QS:Luqman:34)

Begitu juga jikalau waktu kontrak kita di dunia sudah habis, maka tidak ada seorangpun yang berdaya melawannya.

                “ Tiap – tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat(pula) memajukannya. “ (QS:Al – A’raf:34)

Kebanyakan orang lupa mengingat kematian, padahal kematian itu sangatlah dekat, padahal urusan kematian adalah urusan yang sangat besar. Kematian itu pintu menuju kehidupan yang kekal dan abadi yaitu akhirat.

Begitu banyak orang yang terlena dengan kehidupan dunia, mengejar kesenangan duniawi itu memang terkadang melenakan. Padahal senikmat apapun segala sesuatu yang ada di dunia itu hanya sedikit dan sementara, seperti layaknya kita makan dan minun rasa nikmat itu hanya sebatas pada lidah, tetapi ketika sudah melewati tenggorokan hilang sudah rasa nikmat itu. Iya,  Itulah karakter dunia yang hanya sementara, sebentar, dan tidak abadi.

Faedah dari mengingat kematian juga bisa menghambat kita dari berbuat maksiat, jikalau hasrat untuk berbuat maksiat itu muncul ingatlah kematian, bayangkanlah ketika kita berbuat maksiat justru di saat itu ajal kita tiba, bayangkan kehidupan sesudah kematian itu di akhirat kelak, bayangkanlah betapa berat siksa yg akan kita tanggung di ahirat akibat dari maksiat yang kita lakukan. Karena dengan begitu maka keinginan – keinginan untuk berbuat maksiat akan berkurang

 

Itu sebabnya Rasulullah mengajak kita mengingat kematian guna menguatkan iman. Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda, “Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan – kelezatan yaitu kematian.” HR Tirmidzi No.230 shahihul Jami no. 210”).

Kejadian ini mengingatkan saya dengan nasehat Al ust Rahmat Abdullah “Mereka yg keruh nurani, selalu melihat dengan angan-angan panjang. Seakan kematian hanya berlaku atas orang lain. Orang-orang seperti itu harus kerap diajak menurunkan jenazah ke liang lahat, melepas kerabat di akhir nafas, atau berbiduk di lautan dengan gelombang yg ganas. Bila tak mempan, takbirkan empat kali bagi kematian hati nuraninya

Pada suatu kesempatan Umar bin abdul aziz pernah berkhutbah

“ wahai manusia, sesungguhnya kamu tidak di ciptakan sia – sia dan tidak di biarkan begitu saja. Sesungguhnya ada saat kembali bagi kamu dimana ALLAH mengumpulkan kamu untuk di adili dan diberi keputusan. Maka celaka dan sengsara si hamba yang dikeluarkan ALLAH dari rahmat-Nya yang luasnya mencangkup segala sesuatu, dan dari Surga-Nya yang lebarnya selebar langit dan bumi. Rasa aman waktu itu hanya bagi siapa yang takut dan taqwa kepada ALLAH, yang menukar hal sedikit dengan hal yang banyak, kefanaan dengan keabadian, dan kesengsaraan dengan kebahagiaan.

Tidakkah kalian tahu bahwa kalian dalam rampasan meraka yang binasa, dan mereka yang tersisa akan menggantikan sesudahmu?

Tidakkah kalian tahu bahwa setiap hari kalian mengiringi orang yang mati atau kembali kepada ALLAH, yaitu yang telah menemui ajalnya dan putus harapannya, mereka meletakkannya dalam perut belahan bumi, tanpa bantal dan tikar, berpisah dari orang –orang yang di cintai, dan menunggu hisab”


Umar Bin Abdul Aziz meletakkan lengan baju ke mukanya, lalu menangis sampai janggutnya basah.

Itulah karekter para salafus sholeh mereka selalu teringat akan kematian, sehingga mereka sungguh – sungguh dalam mempersiapkan menuju kampung akhirat. karena Semua yang kita lakukan di dunia ini kelak akan di pertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan di biarkan begitu saja(tanpa pertanggung jawaban)?..” (QS: AL- Qiyamah:36-40)

Karena kematian itulah merupakan pintu gerbang menuju kehidupan yang abadi yaitu kampung akhirat. Oleh sebab itu mari kita persiapkan dengan sungguh – sungguh, mari kita berbekal amal sholeh sebanyak – banyaknya, mari kita terus perbaiki diri kita hari demi hari.

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Surah Al-Ankabut ayat 64)

Pada akhirnya, semua yang saya tuliskan ini lebih kepada mengingatkan kita bahwa kematian itu sebuah kepastian bagi semua orang siapapun itu, sehebat apapun orang itu, sepintar apapun orang itu, setinggi apapun jabatannya, sekuat apapun badannya. Pasti akan menemui ajalnya(kematian) !!!

Pertanyaan mendasar adalah sudah kita mempersiapkan dengan baik bekal(amal sholeh) perjalanan kita menuju kampung akhirat? Sudahkah kita.. siap dengan kejadian yang pasti akan tiba itu ?

”Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.” (Qs Albaqarah [2]: 197).  

QS : Ali Imran (3) :185

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”

 

 Image

tHe IoF

One thought on “Bersiaplah, pada suatu hal yang pasti akan datang (Kematian)

    supriyadi (@akh_supri) said:
    June 11, 2014 at 9:00 am

    AstagfiruLLAHal’adzim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s