Salah Kaprah Ramadhan – seri 5

Posted on Updated on

Bulan Ramadhan selalu menghadirkan nuansa kebahagiaan yang berlimpah. Ada kebaikan yang tersaji, ada kebersamaan yang terjalin, dan ada jiwa empati yang terwujud. itu sebabnya, selalu ada kerinduan yang membuncah saat jauh  dan selalu ada rasa keterikatan saat membersamai bulan ini.

Namun, keindahan itu tidak selalu berada dalam semua aspek. Karena ada realitas yang tidak sebangun dengan semangat keimanan dan pemahaman yang menyeluruh. Suatu realitas yang lahir dikarenakan kurangnya aspek ilmu dan pemahaman. Menarik !!! karena ini menjadi pembiasaan yang umum bagi semua orang.

Ketika berpuasa di bulan ramadhan, ada waktu yang sangat dirindukan oleh semua orang yang berpuasa. Waktu dimana rasa dahaga yang hadir bisa terobati, waktu dimana rasa amarah yang tersulut api bisa di padamkan, dan waktu dimana kebersamaan yang terlarang bisa di lakukan.

waktu itu adalah waktu berbuka puasa. Hal ini  sejalan dengan hadits nabi Saw,

Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,

للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه

Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)

kebahagian di dunia yang akan di dapatkan orang yang berpuasa adalah waktu ketika waktu berbuka puasa. Begitu banyak yang menanti, begitu banyak yang menunggunya dan begitu banyak yang mengharapkannya.

Namun, ada titik – titik noda yang mengotori kebahagian ketika berbuka puasa, yaitu pada saat waktu menunggu berbuka atau biasa dikenal dengan “ngabuburit”.

Begitu banyak orang yang mengisi waktu dalam menunggu berbuka puasa dengan perbuatan yang sia – sia dan tidak menambah amal kebaikan. bahkan, cenderung masuk kedalam perbuatan maksiat. seperti : balapan motor, bermain kembang api, dan duduk bersama (berpacaran).

Padahal, waktu menjelang berbuka merupakan waktu – waktu utama mustajab untuk berdoa. di situlah letak salah kaprah dalam memaknai waktu menjelang berbuka puasa di bulan ramadhan atau biasa di kenal ngabuburit.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم

‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil, dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no. 1752, Ibnu Hibban no. 2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)

Sungguh alangkah baiknya, jika kita bisa merubah perbuatan yang sia – sia dan tidak menambah amal baik dengan kegiatan kebaikan dan keutamaan ketika menjelang berbuka puasa. Wa Allahu ‘alam

The IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s