Salah Kaprah Ramadhan – seri 4

Posted on Updated on

Bismillah, Walhamdulillah Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah,

Sungguh nikmat iman adalah sebuah keutamaan yang tidak dimiliki siapapun, kecuali orang – orang yang di cintai oleh ALLAH Ta’ala. Sebuah kenikmatan yang harus di jaga dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati.

Pada Salah Kaprah Ramadhan – seri 4, saya ingin menceritakan fenomena menarik justru yang terjadi ketika menjelang akhir bulan Ramadhan. Fenomena ini berlawanan dengan anjuran dan keutamaan  yang seharusnya dilakukan ketika menjelang akhir bulan Ramadhan.

Rasulullah memaksimalkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan melakukan kegiatan I’tikaf di masjid. I’tikaf dalam pengertian bahasa berarti berdiam diri yakni tetap di atas sesuatu. Sedangkan dalam pengertian syari’ah agama, I’tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr.

I’tikaf dalam pengertian bahasa berarti berdiam diri yakni tetap di atas sesuatu. Sedangkan dalam pengertian syari’ah agama, I’tikaf berarti berdiam diri di masjid sebagai ibadah yang disunahkan untuk dikerjakan di setiap waktu dan diutamakan pada bulan suci Ramadhan, dan lebih dikhususkan sepuluh hari terakhir untuk mengharapkan datangnya Lailatul Qadr. Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda :

عن ابن عمر رضي الله عنهما قال :كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يعتكف العشر الأواخر من رمضان ، متفق عليه .

” Dari Ibnu Umar ra. ia berkata, Rasulullah saw. biasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)

عن أبي هريرة رضى الله عنه قال كان النبي صلى الله عليه وسلم يعتكف في كل رمضان عشرة أيام فلما كان العام الذي قبض فيه اعتكف عشرين يوما ـ رواه البخاري.

”  Dari Abu Hurairah R.A. ia berkata, Rasulullah SAW. biasa beri’tikaf pada tiap bulan Ramadhan sepuluh hari,…”(Hadist Riwayat Bukhori).            ‘

Jika berbicara realitas, kita akan temui kebanyakan orang justru menghabiskan aktifitas pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan di pasar – pasar ,s walayan – swalayan, terminal,  stasiun dan  bandara . Hal ini  bisa terlihat  langsung dari liputan yang di tayangkan di televisi.

Padahal keutamaan 10 hari terakhir bulan Ramadhan begitu luar biasa, di antaranya ada malam Lailatul Qadar yaitu sebuah malam dimana keutamaannya lebih baik daripada 1000 bulan, dengan kata lain nilai ibadah kita setara dengan 83 tahun 4 bulan. Padahal kebanyakan usia manusia dewasa ini rata2 60 tahunan. Artinya, peluang kebaikan yang melebihi usia biologis terbentang luas pada malam ini.

apakah obral harga pada midnight sale yang mengusik psikologi jiwa dan menggoda mata lebih menarik dan lebih diburu dari obral pahala dan ampunan dari ALLAH Ta’ala pada sepuluh malam terakhir ? janganlah menjadi orang yang merugi dengan tertipu pada kehidupa dunia yang bergemerlap namun berbatas waktu.

Fenomena ini menarik perhatian saya, sehingga saya putuskan untuk memasukannya ke dalam bagian dari salah kaprah ramadhan – seri 4.

Gema takbir mulai berkumandang, hal ini menandakan bahwa bulan yang kita rindukan dan kita cintai akan pergi meninggalkan kita. Semoga serial salah kaprah ramadhan ini bermanfaat untuk terus mengevaluasi amalan ibadah kita di  bulan ramadhan tahun ini…

            tHe IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s