Salah Kaprah Ramadhan – seri 3

Posted on Updated on

Bulan Ramadhan memang spesial, selain karena memang bertaburnya pahala pada bulan ini(Ramadhan). Di samping itu, bulan Ramadhan juga bertabur rezeki secara finansial bagi seluruh masyarakat Indonesia terutama kaum pekerja(karyawan).

“Berdasarkan PER.04/MEN/1994 ,setiap orang yang mempekerjakan orang lain dengan imbalan upah wajib membayar THR, entah itu berbentuk perusahaan, perorangan, yayasan atau perkumpulan”.

Peraturan pemerintah inilah yang banyak membuat para karyawan(kaum pekerja) di Indonesia bisa tersenyum di hari raya. Karena secara  finansial mereka(karyawan) menjadi bertambah, sehingga banyak dari mereka bisa berlibur bersama keluarga(Pulang kampung).

Pada judul Salah Kaprah Ramadhan seri – 3 ini hal menarik yang ingin diangkat adalah mengenai THR(Tunjangan Hari Raya). Eits jangan salah, bukan dari jumlah atau mekanisme pembayaran THRnya yang ingin di angkat, tetapi yang menarik justru dari pemakaian uangnya(THR).

Ada sebuah tagline menarik dari lembaga kemanusiaan nasioanal PKPU, tagline itu adalah “JANGAN DI TAHAN SAAT RAMADHAN” nah sisi ini yang menarik, secara substansif puasa/shiyam itu menahan diri, tetapi untuk redaksi yang satu ini justru berbeda, karena kita berbicara unsur kebaikan.

Artinya dalam bulan Ramadhan justru kebaikan itu jangan di tahan. Dalam sebuah acara televisi nasional swasta di acara tabligh akbar ustadz Yusuf Mansur di ceritakan tentang kekaguman  beliau(Yusuf Mansur)dengan seorang yang hapal al quran, namun cacat secara fisik.  Dia(Yusuf Mansur) kemudian memberikan hadiah kepada orang itu dengan mengumrahkannya.

Sarana yang digunakan adalah dengan melelang motor kesayangannya untuk dilelang, uang hasil pelelangan itulah yang kemudian digunakan untuk membiayai perjalan umrah si orang tersebut(penghapal quran yang cacat fisik).

Dalam acara itu, ust. Yusuf Mansur mengatakan kata – kata yang indah “ketika Ramadhan kebanyakan orang pada umumnya sekuat tenaga mengeluarkan uang untuk belanja kebutuhan dirinya secara berlebihan dan konsumtif. Nah, klo saya(ust Yusuf Mansur) justru berusaha sekeras mungkin untuk mengeluarkan harta(sedekah) kepada orang yang membutuhkan sebanyak – banyaknya pada bulan ini(Ramadhan) kata ust Yusuf Manshur.

Karena memang pada bulan Ramadhan ini tiap amal kebaikan yang kita lakukan bernilai lebih tinggi di bandingkan bulan-bulan yang lain.

Itulah menurut saya kenapa kemudian mengangkat tema THR  menjadi  bagian hal yang menarik dalam salah kaprah Ramadhan. Tentu saja Bukan karena bertambahnya nilai secara finansial kebanyakan orang pada umumnya, karena jikalau berbicara bertambahnya nilai secara finansial itu adalah hal yang positif.

Perihal yang menjadi masalah dalam sudut pandang kebaikan adalah memanfaatkan momentum dengan situasi yang ada. Artinya Bulan Ramadhan yang penuh barokah ini seharusnya di optimalkan untuk memaksimalkan semua potensi kebaikan yang kita miliki, untuk kemudian menjadi tambahan amal kebaikan bagi kita.

Tunjangan Hari Raya(THR) yang notabenenya menjadi tambahan rezeki secara finansial bagi kebanyakan para pekerja, alangkah lebih baiknya jika digunakan untuk memberikan sedekah, infaq. dan zakat kepada orang yang membutuhkan, menebar benih – benih kebaikan terhadap sesama “Mumpung Bulan Ramadhan”. Karena nilai amal – amal sholeh di bulan ini lebih besar di bandingkan amal – amal sholeh sejenis di bulan lainnya.

Kebanyakan orang lebih mudah tergiur dengan diskon harga yang di berikan para pengusaha swalayan dan midnight sale yang di sajikan di mal -mal. Karena biasanya memang ketika menjelang hari raya biasanya diskon besar – besar di berikan, dan ini membuat secara psikologis apara konsumen akan lebih konsumtif dan tertarik untuk belanja. Ini yang membuat kebanyakan dari mereka mengalokasikan dana THRnya habis digunakan untuk keperluan konsumtif pribadi yang sifatnya keinginan bukan kebutuhan.

Padahal justru bulan Ramadhan yang penuh barokah ini, Allah Ta’ala juga memberikan diskon  besar – besar yaitu berlipat – lipatnya nilai pahala pada bulan ini. Diskon besar – besaran “untuk pengampunan dosa” Ini yang mungkin banyak terlupakan oleh kebanyakan orang.

Padahal sejatinya dengan bersedekah harta tidak akan habis, melainkan justru akan bertambah banyak.
“Rasulullah saw bersabda: “Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)”

Mumpung Ramadhan, keluarkan saja sebanyak – banyaknya buat tabungan akhirat kita. Insya ALLAH harta tidak akan berkurang, justru malah makin bertambah..

berikut tempat penyaluran yang bisa di gunakan untuk ZIS anda,,

silahkan di pilih lembaga  yang menawarkan program yang sesuai dengan selera anda..🙂

1) http://www.pkpu.or.id/

2) http://www.rumahzakat.org/

3) http://www.dompetdhuafa.org/

4) http://www.rumah-yatim.org/

5) http://www.sedekahharian.com/

6) http://www.act.or.id/

7) http://www.pppa.or.id/

dan masih banyak lagi lembaga lainnya….
Ayyoo Mumpung Ramadhan

tHe IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s