Salah Kaprah Ramadhan – Seri 1

Posted on Updated on

Ramadhan adalah  bulan yang istimewa. Sudah banyak sekali para mubalig/ust yang menyampaikan ini. Terutama pada ceramah – ceramah ketika menjelang ramadhan. Namun, banyak sepertinya orang yang tidak begitu mencerna ceramah  ini dengan baik.

Sehingga banyak dari mereka gagal dalam memahami arti sesungguhnya dari bulan ramadhan. Mari kita bicarakan definisi dari shiyam/shoum, sebuah aktifitas yang identik dengan bulan Ramadhan, karena memang perintah shiyam/shoum itu diwajibkan pada bulan ini(Ramadhan).

Al-’Allamah Ibnu Al-Amiir Ash-Shan’ani mengatakan, “Didalam tinjauan syara’ -makna ash-shaum/ash-shiyam- adalah bentuk menahan diri dari beberapa hal tertentu, yakni menahan diri dari makan, minum dan hubungan suami istri serta beberapa hal lainnya yang terlarang oleh syara’, yang dilakukan pada siang hari dalam kondisi yang disyariatkan.”

“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1082 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Dan beberapa ulama menambahkan dalam definisi diatas, “Suatu bentuk peribadatan kepada Allah dengan menahan diri…”

Inti dari arti kata itu adalah menahan diri, nilai substansif ini yang mungkin tanpa di sadari  terlupakan oleh kita. Menariknya fenomena yang terjadi ketika memasuki bulan ramadhan adalah meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat.

Baik itu dari konsumsi primer seperti makanan, maupun konsumsi kebutuhan sekunder seperti pakaian, sepatu, dan perlengkapan-perlengkapan lain. Hal ini bisa kita perhatikan ketika memasuki bulan Ramadhan. karena pada saat itu, tingkat permintaan pasar cenderung meningkat.

Pada bulan ini(Ramadhan) permintaan barang dari masyarakat meningkat tajam. Itulah sebabnya,  ketika memasuki bulan Ramadhan harga barang – barang cenderung naik(Inflasi). Fenomena ini menarik karena kenaikan permintaan terjadi pada bulan Ramadhan. Sebuah Bulan yang mengajarkan kita untuk memiliki kemampuan dalam menahan diri dari keinginan(hawa nafsu).

Shiyam(puasa) mengajarkan kita untuk menahan dan mengkontrol diri untuk bisa mengendalikan keinginan – keinginan yang muncul. Berikut Ilustrasi sederhana dari fenomena ini, perhatikanlah ketika waktu berbuka puasa. Menu berbuka begitu berlimpah ruah dan cenderung berlebihan, sehingga banyak kita dapati ke mubaziran pada akhirnya. Momen berbuka puasa hanya di jadikan ajang pelampiasan rasa lapar dan haus.

Fakta ini yang menguatkan salah kaprah dalam memahami subtansi dari shiyam itu sendiri. Padahal kemubaziran  harusnya menjadi sebuah hal yang harus di hindari. Oleh sebab itu, fenomena ini harus mendapat perhatian khusus. Sehingga, tujuan dari shiyam yaitu menahan diri bisa tercapai !!!

tHe IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s