Kontemplasi 26

Posted on Updated on

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.. segala puji hanya bagi ALLAH yang mengusai jiwa, harta, raga, dan segala ketentuan yang telah ditetapkanNya atas diriku. Pada saat ini usia saya sudah memasuki 26 tahun yang artinya adalah sebuah umur yang tidak bisa dikatakan tua, tetapi juga tidak bisa di katakan muda.  Sebuah jenjang umur yang memasuki dunia dewasa, sebuah jenjang umur yang sudah harus bisa menanggung beban yang lebih besar dengan tanggung jawab yang besar.

Pada dasarnya semua orang bahagia dengan hari kelahirannya, tetapi hal tersebut tidak berlaku pada diri saya. Karena bagi saya ulang tahun itu berarti pengurangan jatah kehidupan yang juga bisa di artikan berkurangnya sisa umur kita di dunia ini.

Karakter dunia itu memanglah sementara sehebat apapun seseorang pasti akan di batasi oleh rentang waktu yang di sebut dengan usia. Saya teringat dengan perkataan seorang rekan kerja yang juga bisa dikatakan guru saya, beliau mengatakan bahwasanya setiap jaman itu ada kembangnya.

Arti tersirat dari perkataan itu bahwasanya semua kehidupan di alam dunia itu berbatas waktu, Di alquran ALLAH Ta’ala menegaskan bahwasanya. kehidupan yang kekal dan abadi itu di akhirat. Dunia itu tempat mampir saja dan tidaklah lama.

Itu sebabnya momen hari kelahiran itu baiknya memang menjadi sarana kontemplasi yang sangat tepat untu memetakan kembali konsep kehidupan kita. Menata kembali semua rencana kehidupan, walaupun hidup ini sementara saya bertekad dalam diri ini, sebelum pada saatnya nanti meninggalkan kehidupan dunia yang fana ini. Saya harus bisa meninggalkan sebuah karya yang bermanfaat.

Sederhananya perkara hidup ini bukanlah hanya sekedar mengejar kekayaan, popularitas, dan jabatan. Karena banyak pembuktian yang terjadi ketiga hal di atas justru juga mempunyai potensi besar untuk menjerumuskan seseorang.  Baiknya cukup lah ketiga hal di atas hanya dijadikan sarana saja, bukan sebuah tujuan akhir.

Jujur saja setiap malam pada hari ulang tahun, saya tidak pernah bisa tidur, Saya merasa hari ulang tahun itu merupakan alarm yang dibunyikan untuk mengingatkan bahwa batas waktu kehidupan di alam dunia akan segera berakhir, bukankah hal itu sangat menegangkan??

Oleh sebab itu sungguh sebuah keheranan yang luar biasa jikalau menjadikan momen ulang tahun menjadi sarana pesta pora, karena hal itu juga bisa di artikan dia berpesta diatas umurnya yang berkurang(kematian).

Saya tidak tahu berapa lama lagi sisa umur yang tersisa, smoga di sisa umur yang ada dapat dioptimalkan dengan baik sehingga misi kehidupan yang sudah direncanakan akan bisa tercapai..

Saya jadi teringat perkataan seorang ulama besar dari Indonesia dia mengatakan bahwasanya

“Jika hidup sekedar hidup Babi di hutan juga hidup Kalau bekerja sekadar bekerja Kera juga bekerja” (Prof DR Buya Hamka)

Mari kita bulatkan tekad untuk memberikan karya – karya besar bagi kehidupan di alam dunia ini, bukan hidup yang hanya sekedar hidup… bukan hidup yang hanya sekedar hidup.. bukan hidup yang hanya sekedar hidup… Kontemplasi 26

tHe Iof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s