Negeri Yang Kosong

Posted on Updated on

 Fenomena yang menarik terjadi dalam kurung waktu belakangan ini, ketika dunia  entertainment mulai menjadi sebuah pandangan dan jalan hidup bagi kaum muda di sebuah negeri yang kosong.

Saya memakai frasa negeri yang kosong itu bukan tanpa arti dan alasan, karena normalnya dunia entertainment itu adalah sebuah variabel pelengkap kompleksitas kehidupan. Akan tetapi, di sebuah negeri yang kosong entertainment dijadikan INSTRUMENT UTAMA dalam roda kehidupannya. Hal ini bisa dikatakan sebagai sebuah kemunduran peradaban, sebuah ketertinggalan, sebuah kerusakan bagi si negeri yang kosong itu.

Secara pendekatan pemahaman manusiawi yang sederhana pun sebetulnya bisa dimengerti kenapa dunia entertainment itu sangat di sukai oleh kaum muda di negeri yang kosong.

Karena secara naluri alamiah sesuatu yang menyenangkan dan menghibur itu disukai oleh emosi jiwa setiap orang. Akan tetapi, yang menjadi masalah di kemudian hari jikalau emosi jiwa itu seringkali di ninabobokan oleh kesenangan yang berupa khalayan dari hiburan secara terus menerus.

Hal itu justru akan sangat melemahkan emosi si pemilik jiwa, karena jiwa juga layaknya seperti raga.Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya raga itu akan berkembang menjadi lebih kuat jikalau sering dilatih menopang beban berat yang melebihi takarannya.

Begitu juga dengan emosi jiwa, akan bisa lebih bertambah kuat jikalau terbiasa dengan kondisi yang sulit. Sederhananya seseorang yang terbiasa gagal, emosi jiwanya akan membentuk sebuah imunitas(kekebalan) terhadap situasi kegagalan yang di alaminya. Sehingga ketika menghadapi situasi yang sama, maka emosi jiwanya akan menjadi lebih siap.Secara  ilmiah mungkin bisa dikatakan peningkatan emotional intelligence (EQ).

Kekuatan emotional intelligence EQ dari pemuda sebua bangsa bisa merupakan modal yang sangat bagus untuk kebangkitan peradabannya. Karena banyak ahli mengatakan bahsawanya kesuksesan seseorang itu di dominasi oleh besarnya emotional intelligence (EQ) yang ada pada diri seseorang yaitu sebesar 80% dibandingkan dengan IQ (intelektual question) yang hanya mengambil peran 20 % dari kesuksesanseseorang.

Salah satu hal menarik yang terjadi di negeri yang kosong adalah ketika daya erotis yang dibalut dengan sensasi media bisa mengalirkan pundi-pundi dunia yang begitu besar.

Seorang penyanyi wanita muda bisa mempunyai penghasilan 2 milyar sebulan, dasyat bukan??? 500x lebih besar dari lulusan s1 pada umumnya, bahkan masih jauh lebih besar dari penghasilan seorang professor yang ahli di bidang tertentu sekalipun. Iya, begitulah realita lapangan Di dalam negeri yang kosong Intelektualitas tidak begitu di hargai.

Salah satu realitas yg terjadi dinegeri yang kosong adalah ketika konser musik itu jauh lebih padat dari pameran karya-karya ilmiah atau pameran buku.

Semua rangkaian kata ini adalah opini yg timbul dari realitas, harus disadari bahwasanya negeri yang kosong adalah sasaran empuk bangsa-bangsa penjajah tulen. Rangkaian huruf ini juga bukan menunjukan antipati terhadap dunia hiburan, akan tetapi opini ini hanya ingin mengajak ntuk menempatkan hiburan(entertainment) pada tempatnya sehingga tidak masuk kadar dosis yg berlebihan.

Karena Hidup ini tidaklah indah tanpa hiburan(entertainment)…

tHe IoF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s