Sang kumbang yang mencari bunga.

Posted on Updated on

Sang kumbang sudah mulai tumbuh dewasa. Ciri fisik kedewasaan mulai terlihat.  Tanduk sudah menjulai panjang dan sayap pun mulai melebar indah. Daya jelajah terbangnya sudah bisa lebih jauh dari biasanya.

Namun, sang kumbang mulai merasa bosan dan gelisah. Ternyata perkembangan pada fisiknya, berdampak juga kepada perkembangan batinnya.

Disisi lainnya, sang bunga juga mulai tumbuh dewasa, ciri fisik kedewasaan pun sudah mulai terlihat. Sang bunga sudah mulai menebar pesona wanginya, tangkainya pun mulai menjulang keatas, dan daya tarik warnanya sudah terlihat begitu indah. Pertumbuhan secara fisik sang bunga ternyata juga sudah berdampak pada perkembangan batinnya, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan sang bunga saat itu kecuali menanti dalam diam. Waktupun berjalan diringi dengan bergantinya siang dan malam.

Hari demi hari berlalu, sang kumbang mulai merasakan akumulasi perasaan yang mengganggu hidupnya. hingga pada akhirnya, sang kumbangpun memutuskan untuk mencari bunga yang akan dipilihnya. Perjalanan sang kumbang pun di mulai, jarak yang panjang ternyata tidak menyurutkan niat dan langkahnya.

Walaupun perjalanan menuju perkarangan bunga begitu jauh. Hal tersebut tidak menyurutkan niatnya sedikitpun untuk membatalkan tekad dalam pencarian ini. Sang kumbang pun mulai mengepak sayapnya, ternyata halang dan rintangan datang silih berganti.

Sang kumbang berucap lirih dalam hatinya “ini konsekuensi dari pilihan yang di ambil”. Ditengah letih dan semangat yang masih tersisa, tetibalah sang kumbang diperkebunan bunga yang indah dan menawan.

Berbagai bunga menampilkan keindahan, warna dan wangi yang berbeda-beda. Semangat sang kumbangpun mulai terkumpul kembali. Rasa lelahnya seakan lenyap begitu saja, sajian keindahan yang ditampilkan perkebunan bunga itu terlalu menyilaukan dan melenakan.

Ironis memang, sang kumbang terlupakan tujuan awal dalam pencarian sang bunga. Tujuan utama yang memang merupakan hal penting. tujuan yang menyangkut dengan keberlangsungan hidup sang kumbang itu sendiri yaitu madu yang terdapat didalam sang bunga.

Hingga akhirnya, keputusan itu pun dibuat oleh sang kumbang. Diantara begitu banyaknya bunga yang tersaji dengan keindahan warna, aroma yang semerbak serta tangkai yang menjulang tinggi, jatuhlah pilihan sang kumbang pada sebuah bunga yang indah dan menawan.

Secara fitrah wajar memang kalau bunga itu yang dipilih karena keindahan yang ditampilkan merupakan daya tarik yang utama. Bunga itu memang bunga hias. Bunga yang dirawat hanya untuk hiasan, bunga yang dirawat memang hanya untuk memanjakan pemenuhan unsur keindahan penglihatan secara fisik bagi yang memandangnya.

Bunga yang sebelumnyapun sudah pernah dihinggapi oleh kumbang-kumbang yang lain. Sang bungapun senang dengan kedatangan sang kumbang, karena sang bungapun membutuhkan sang kumbang untuk menyebarkan serbuk sarinya.

Waktupunn berlalu Sampai  pada akhirnya sang kumbangpun tersadarkan ternyata bunga yang dipilihnya hanya memanfaatkan dirinya saja, sedangkan disisi lain kebutuhannya akan madu yang diharapkan dari sang bungapun tidak terpenuhi, sambil menunggu detik-detik akhir dari hidupnya akhirnya tersadarkanlah sang kumbang.

Sang kumbang mengatakan”aduhai jikalau saya tidak tertipu dengan penampilan bunga yang begitu memikat dan melenakan pastilah akhir hidupku tidak seperti ini, aduhai jikalau saya memilih bunga tidak berdasarkan hanya pada nilai jual pada bunga tersebut pastilah akhir hidupku tidak seperti ini, aduhai jikalau saya memilih bunga tidak berdasarkan hanya pada perkarangannya yang indah pastilah hidupku tidak seperti ini, aduhai.. begitu penyesalan sang kumbang” sekali lagi penyesalan tinggal penyesalan.

Ternyata bunga yang paling baik dalam menghasilkan madu bukan hanya tergantung karena keindahan fisik yang ditampilkan, bukan juga tergantung dari pekarangan bunga dimana tempat bunga itu dirawat dan bukan juga tergantung dari nilai jual dari bunga tersebut. Itulah kisah mengenai “pencarian bunga oleh sang kumbang”.

Boleh jadi tanpa kita sadari ternyata banyak dari kita yang menjadi sang kumbang yang mengalami penyesalan dari kisah diatas. Dalam masa-masa pencarian memang dibutuhkan beberapa persiapan, salah satunya ilmu. Ternyata memang sangat manjur, apa yang dibuat oleh al Imam Bukhari dalam Bab Hadits nya mengenai Al Ilmu Qabla Qaul Wal ‘Amal. “berilmu sebelum berkata dan beramal”.

Betapa pentingnya ilmu bisa terlihat dalam cerita diatas, jikalau sang kumbang bisa lebih paham dan tahu dengan apa yang dicarinya boleh jadi akhir hidupnya tidak seperti itu. Rasulullah ShalallahuAlaihi Wassalam menginginkan kita dalam hal ini lelaki supaya bisa lebih berhati-hati dalam memilih pasangan hidupnya kelak. Kecintaan Rasulullah ShalallahuAlaihi Wassalam terhadap umatnya begitu mendalam laksana sinar mentari yang terus menyinari tanpa ingin disinari.  Sehingga sang nabi pun mengingatkan Dari Abdullah bin Amr, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,”Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya justru membuat mereka binasa, dan janganlah kalian menikahi wanita karena hartanya, karena boleh jadi hartanya membuat mereka durhaka.

Nikahilah mereka atas dasar agama. Seorang budak berkulit hitam dan putus tangannya namun kuat agamanya,lebih baik (dari yang demikian).”(HR. Ibnu Majah). Sebuah penggambaran yang indah boleh jadi kecantikannya membuat mereka binasa, hal ini bisa terlihat dari kehidupan kita sehari-hari. Betapa banyak wanita yang cantik  kemudian kecantikannya itu yang merupakan sumber masalah bagi dirinya dan pasangan hidupnya, karena keindahan wajah dan fisiknya tidak di imbangi dengan pemahaman dan komitmennya terhadap agama, begitu juga harta begitu banyak wanita yang diberikan kelebihan harta justru membuat mereka durhaka dan lupa.

Justru membuat mereka kehilangan fitrahnya sebagai wanita dan ibu dalam rumah tangga. Bahkan Rasulullah ShalallahuAlaihi Wassalam mengatakan seorang yang berkulit hitam dan putus tangannya namun kuat agamanya lebih baik.

Sungguh sayang sekali karena hanya parameternya fisik, karena fisik itu sementara dan berbatas waktu bahkan sang Cleopatra yang terkenal cantik itu pun berkurang daya tariknya seiring bertambahnya usia sedangkan harta itu tidak dibawa mati, bahkan seorang qarun yang sangat terkenal dengan kekayaanya yang luar biasa pada akhirnya tidak bisa membawa hartanya barang sepeserpun ketika ajal menjemput.

Isteri solehah juga akan bersifat amanah terhadap harta benda suaminya, karena banyak sekali wanita jaman sekarang yang menghabiskan harta hanya untuk pemenuhan kebutuhan perlengkapan pribadi yang tidak pokok bagi keluarganya.

Istri sholehah juga bisa menjaga dirinya ketika suami sedang pergi untuk mencari nafkah, seperti tidak mengijinkan orang lain yang tidak dikenalnya untuk memasuki rumahnya. Sehingga perasaan tentram dan aman ketika pergi untuk mencari nafkah pun selalu hadir.

Istri yang sholehah pun selalu meminta ijin sang suami jikalau ingin pergi keluar rumah, sehingga jelas dan tidak perlu bertanya-tanya kemanakah sang istri. Bukankah sudah begitu jelas wahai sang kumbang apalagi yang kau pertimbangkan dan cari…??? Kemudian  jelas mengapa wanita sholehah itulah juga harus menjadi targetan sebuah pencarian sang kumbang sejati, karena jikalau kesholehan sudah menjadi karakter maka insya ALLAH ketentraman,kasih dan sayang yang akan diraih dalam sebuah ikatan. Alloh telah memberikan kepada kita sebuah definisi wanita sholihah yang menjadi perhiasan dan kesenangan terbaik di dunia, sebagaimana dalam firman-Nya: “…Maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka)…” (QS. an-Nisa’:34) Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam juga memberikan gambaran wanita sholihah terbaik sebagaimana dalam hadits: Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: “Nabi Shalallahu ‘alaihiwassalam ditanya:’Siapakah wanita yang paling baik?’ Beliau menjawab:(Sebaik-baik wanita) adalah yang menyenangkan (suami)-nya jika ia melihatnya, mentaati (suami)-nya jika ia memerintahnya dan ia tidak menyelisihi (suami)-nya dalam hal yang dibenci suami pada dirinya dan harta suaminya.’” (HR. Ahmad, al Hakim, an Nasa’i dan ath Thobrani dan di Shohihkan oleh al Albani). Rasulullah ShalallahuAlaihi Wassalam bersabda, yang bermaksud: “Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan paling indah ialah wanita solehah.” (Hadis riwayat Muslim).

Bahkan diisyaratkan benar bahwasanya dunia penuh dengan perhiasan. Perhiasan adalah sesuatu yang pada dasarnya kita senangi, akan tetapi dijelaskan kemudian bahwa diantara perhiasan yang terindah itu dikatakan dengan jelas adalah wanita sholehah. Boleh jadi hadits diataslah yang menjadi inspirasi dari lirik lagi sebuah grup nasyid yang oleh sebagian kita suka mendengarkan dendangannya.

Wanita sholehah

Perhiasan yang paling indah Bagi seorang abdi Allah,

Itulah ia wanita shalehah Ia menghiasi dunia Aurat ditutup demi kehormatanâ Kitab Al Qurâan didaulatkan Suami mereka ditaatinya Walau perjuangan di rumah saja Akhlak mulia yang ia hadirkan Karena iman dan juga Islam,

Telah menjadi keyakinan Jiwa raga mampu dikorbankan Harta kemewahan dilaburkan Di dalam kehidupan ini,

Ia menampakkan kemuliaan Bagai sekuntum mawar yang tegar Di tengah gelombang kehidupan

By : The Fikr

Fitrah memang ketika perasaan itu muncul pada sesuatu hal yang indah, karena ALLAH ta’ala ketika memberikan fitrah kepada makhluknya, tidak akan serta merta melarangnya tanpa ada aspek mudharat didalamnya. “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu:wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Alloh-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran:14)” Ketika menyebutkan berbagai hal yang menjadikan kecintaan manusia dalam ayat ini Alloh mendahulukan wanita sebelum yang lain, hal ini memberikan isyarat bahwa wanita menjadi sumber terbesar kenikmatan, kesenangan dan perhiasan hidup di dunia ini. T

idak terkecuali bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam sebagai sosok manusia terbaik dan termulia, wanita adalah sesuatu yang paling beliau cintai di antara kenikmatan dunia yang lain, dan ini merupakan fitroh beliau sebagai manusia biasa. Dari Anas radhiallahu ‘anhu ia berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwassalam bersabda: ‘Aku diberikan rasa cinta dari dunia terhadap para wanita dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku ada di dalam shalat.”(HR. Ahmad, dan Nasa’i. Di shohihkan oleh Syaikh Al Albani) Fitrah kesenangan dalam hal ini konteks kepada wanita bisa diperindah dan menjadi penuh barokah dalam sebuah ikatan yang suci yaitu pernikahan.

Sebuah ikatan yang bisa membuat sesuatu yang haram menjadi halal, sebuah ikatan yang bisa membuat kecintaan terhadap ALLAH ta’ala bertambah, sebuah ikatan yang dapat mengurangi kerusakan dan kebobrokan moral sebuah bangsa, sebuah ikatan yang dapat menjaga nasab(garis keturunan) dengan baik, Akan tetapi sekali lagi sang nabi akhir jaman pun menegaskan bahwasany ketika seseorang memilih belahan hatinya pertimbangkanlah aspek agamanya. Bukan berarti menghilangkan sisi fitrah pada aspek yang lainya. Dari Abu Hurairah Radliyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, karena kemuliaan keluarganya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Perolehlah wanita yang berpegang kepada agamanya, niscaya hal itu cukup bagimu.” (HR.Bukhari). Semoga kisah “pencarian bunga oleh sang kumbang” bukan menjadi bagian kisah hidup kita kelak.

Semoga proses pencarian kita kelak bisa mendapatkan yang tepat dan sesuai dengan tuntunan dalam pandangan syariat. Karena terindah,terkaya, atau terpandang dalam sudut pandang manusia bukan menjadi tolak ukur pertama dalam pencapaian kebahagiaan hidup berumah tangga kelak.

Dalam sebuah kesempatan di tengah suasana ukhuwah yang mendalam sebuah teman memberikan sebuah nasehat “langkah indahnya bunga ditaman warna-warni dan harum semerbak, semuanya menyita mata. tapi tahukah mana bunga yang paling indah? jangan dicari sendiri, tanyalah pada tukang kebun sang pemilik bunga.”

Silahkan cermati dan renungi nasehat di atas. wallahu ‘alam bishowab Nasehat dari seorang sahabat kepada sahabatnya yang merupakan bukti tanda cinta karena ALLAH  Ta’ala.. Saya persembahkan kata-kata ini,  dalam rangka menunaikan amanat dan melaksanakan kewajiban… Bukankah saya sudah menyampaikan??? Ya Allah, saksikanlah!!! tHe IoF

3 thoughts on “Sang kumbang yang mencari bunga.

    Fakhita Az Zahra said:
    March 16, 2011 at 7:24 am

    ditunggu postingan “Kenapa harus cemas dengan sesuatu yang sudah di tentukan” kk:mrgreen:

    -RH-

      arkannr responded:
      March 16, 2011 at 9:49 am

      iya.. saya harus buat edisi yg selanjutnyny dulu..
      baru muncul.. edisi sebelumny..🙂

    Fakhita Az Zahra said:
    March 19, 2011 at 8:30 am

    kenapa begitu?:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s